70 Persen Netizen di Indonesia Akses Internet Melalui Ponsel

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Hasil survey yang telah ditunggu-tunggu oleh publik mengenai industri internet di Indonesia, telah dilaporkan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada hari Senin, 24 Oktober 2016.

Didalam laporannya APJII mencatat adanya pertumbuhan pengguna internet yang sangat pesat. Saat ini jumlah pengguna internet di Indonesia telah ada sekitar 132,7 juta. Jumlah tersebut jauh melebihi jumlah hasil survey yang dilakukan pada tahun 2014 yaitu 88 juta. Dengan jumlah itu berarti pengguna internet di Indonesia telah melebihi separuh dari jumlah total penduduk Indonesia, tepatnya 51,8 persen lebih.

Dari hasil survey itu juga memperlihatkan bahwa sebanyak 70 persen pengguna internet mengakses internet melalui ponsel. Hal ini dikarenakan penggunaan mobile internet sudah mencapai tingkat kepuasan yang tinggi, sementara tingkat kepuasan penggunaan dirumah sedikit menurun.

Selain itu penggunaan internet sebagian besar masih banyak digunakan untuk mengakses media sosial serta hiburan. Facebook tentunya masih merupakan media sosial yang berada di urutan pertama disusul oleh Instagram.

Mengenai penggunaan internet untuk keperluan belanja online (E-Commerce) sebagian besar pengguna menjawab bahwa untuk melakukan transaksi online sudah cukup aman. Hanya saja mereka cenderung menggunakan cara pembayaran menggunakan ATM. Sementara barang/jasa yang banyak dibeli secara online adalah tiket disusul oleh kebutuhan rumah tangga.

Didalam hasil survey juga menjelaskan mengenai tidak amannya internet untuk anak-anak, serta meminta pemerintah untuk menangani masalah konten negatif yang banyak ditemukan di internet.

Menurut Ketua Umum APJII Jamalul Izza terkait masalah konten negatif Asosiasi telah menyiapkan program Internet Bersama (Bersih – Selektif – Aman). Dimana program ini nantinya bisa digunakan baik oleh publik ataupun pemerintah dalam rangka memberikan internet yang aman untuk rakyat Indonesia.

Sementara itu Sekjen APJII Henri Kasyfi Soemartono menjelaskan bahwa hasil survey itu didasarkan menurut kategori wilayah, umur serta pekerjaan. Dimana nanti harapannya para stakeholder Internet kedepannya bisa menyiapkan program yang lebih tepat pada sasarannya.

Jamalul menambahkan bahwa program APJII 2015 – 2018 menyampaikan informasi kepada masyarakat dan khususnya para stake holder serta pihak yang berkepentingan mengenai peta industri secara menyeluruh dan lengkap, sehingga dapat memberikan manfaat ketika mengambil keputusan dalam kebijakan terkait penggunaan dan industri Internet.

Untuk hasil survey APJII akan dapat di unduh versi digitalnya mulai 25 Oktober 2016 melalui website APJII http://www.apjii.or.id.