Angkasa Pura 2 Adakan Tur Eksklusif Untuk Apps Developer

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

CENGKARENG – Sabtu, 5 Agustus 2017 pagi, Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta kedatangan rombongan apps developer yang secara khusus diundang oleh PT. Angkasa Pura 2 (AP 2) untuk mengikuti tur eksklusif #codeCGK dalam rangka CGK Airport Code Race.

CGK Airport Code Race adalah inisiatif Hackathon bertema Bandara yang pertama di Indonesia. AP 2 menawarkan kesempatan fantastis bagi masyarakat untuk menciptakan solusi baru bagi penumpang sebelum mereka tiba di bandara, transit atau pada saat kedatangan. Tantangannya adalah membuat solusi yang belum pernah diperoleh penumpang dalam rangkaian customer journey di Bandara.

Hal ini memang didesain oleh penyelenggara dan PT. Angkasa Pura 2 (AP 2) agar peserta tidak melewatkan sedikitpun passenger journey experience yang mungkin dialami oleh penumpang ataupun pengunjung bandara.

Tur #codeCGK dimulai dari Terminal 3. Setelah dilakukan briefing oleh AP 2, peserta mulai memasuki Terminal. Layaknya penumpang yang hendak berangkat terbang, para peserta memasuki area Terminal 3 dengan melewati pemeriksaan di penjagaan dan sensor X-Ray. Di dalam terminal, peserta diajak mengamati situasi bandara dengan lebih detail, sebagaimana yang dialami penumpang termasuk melihat berbagai fasilitas disediakan AP 2. Passenger experience yang diberikan kepada peserta tur diantaranya proses check in, boarding, arrival, pengambilan bagasi dan pemesanan taksi. Dalam setiap observasi, AP 2 memberikan penjelasan dan pendampingan kepada seluruh peserta.

Setelah Terminal 3, kunjungan dilanjutkan ke Terminal 1 dan 2. Kunjungan ke terminal 1 & 2 dilakukan dengan relatif singkat karena kedua Terminal sudah sering digunakan peserta. Namun AP 2 tetap mengulas apa saja perbedaan aspek digitalisasi airport yang belum dimiliki Terminal 1 & Teminal 2, dibandingkan dengan Terminal 3.

Imanzah Nurhidayat
Imanzah Nurhidayat

Tur eksklusif #codeCGK kemudian dilanjutkan di Auditorium Angkasa Pura sekaligus untuk istirahat makan siang. Setelah istirahat, acara dibuka kembali dengan sosialisasi mekanisme presentasi dan tools penjurian. Panitia menjelaskan template customer journey yang nantinya akan dikumpulkan peserta pada saat penjurian. Panitia mengajak peserta untuk tidak sungkan dan ragu mendefinisikan ulang passenger journey. Karena di sana lah kunci untuk menghadirkan inovasi solusi baru di bandara.

Kegiatan CGK Airport Code Race sendiri merupakan sub tema dari Startup Grand Prix road to Liga Digital Indonesia, program kerja bersama antara Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), dan Koperasi Digital Indonesia Mandiri (DIGICOOP).

Minat masyarakat terhadap acara ini membuat panitia kagum. Sampai menit terakhir sebelum pendaftaran wilayah Jabodetabek & Banten ditutup pada 3 Agustus 2017 pukul 23.59 WIB, masih terdapat beberapa peserta yang mendaftar melalui website www.startupgp.id. Peserta yang terdaftar untuk kategori Airport Hackathon berjumlah 43 tim, sedangkan 19 tim lagi mendaftar untuk kategori sudah memiliki produk Apps. Sehingga total berjumlah 62 tim.

Yosrizal Syamsuri
Yosrizal Syamsuri, Chief Project Business Digital Airport AP 2

Sebelum tur eksklusif #codeCGK dilaksanakan (5/8), pada tanggal 23 Juli 2017 telah diadakan “Warm Up Class” bagi para peserta. Dimana pada kegiatan tersebut Chief Project Business Digital Airport AP 2 Yosrizal Syamsuri telah terlebih dahulu mempresentasikan bagaimana bandara beroperasi, teknologi apa saja yang sudah digunakan, apa saja permasalahan yang dihadapi, serta kesempatan-kesempatan untuk solusi apa yang bisa dikembangkan. Warm up Class diadakan di Creative Stage Galeri Indonesia WOW, SMESCO Jakarta. Lokasi ini juga merupakan lokasi penyelenggaraan penjurian yang akan dilaksanakan pada hari Minggu, 13 Agustus 2017 pukul 08.00 WIB.

Dengan penjurian yang berjarak 7 hari dari pelaksanaan tur, diharapkan seluruh tim dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk mengembangkan prototipe aplikasi. Tujuan hackathon ini tidak memaksa peserta untuk membuat aplikasi dalam waktu singkat, sudah tentu agar peserta dapat memperoleh hasil yang maksimal.(ar)