Apa yang Tejadi Ketika Kecerdasan Buatan Bertemu Robot?

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Tim ilmuwan dari Universitas Texas tengah mencoba menggabungkan kecerdasan buatan ke dalam robot, sehingga nantinya dapat menghadapi situasi di dunia nyata. Salah satu diantaranya adalah asisten otomatis yang akan membantu dan melakukan tugas sederhana di tempat kerja.

Hadirnya mesin dengan kecerdasan buatan telah diramalkan ada melalui film fiksi ilmiah, yang memperlihatkan di masa depan nanti akan hadir robot – robot cerdas. Mungkin ada yang ingat film Day the Earth Stood Still, ada robot bernama Gort yang jahat, selain itu di film Forbidden Planet ada robot bernama Robby, dan bagi yang pernah menyaksikan serial TV Lost In Space, ada sang Robot yang menjadi musuh bebuyutan Zachary Smith. Tetapi sekarang sudah lebih dari 50 tahun sejak mereka direpresentasikan melalui film, jadi di mana mereka?

Walaupun saat ini telah ada robot – robot yang digunakan di pabrik selama beberapa dekade, tetapi mereka tidak dapat meninggalkan tempat dimana mereka menjalankan tugas, dan itu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Karena di pabrik, mereka melakukan tugas yang telah diprogram sebelumnya, kemudian merekan melakukannya berulang-ulang setiap hari dan malam.

Namun, jika mereka melangkah keluar dari pabrik, mereka tidak akan mampu menghadapi kekacauan dunia nyata. Dunia nyata adalah tempat dimana sebuah rutinitas hilang. Bahkan tugas yang paling sederhana pun akan menjadi sulit karena ada ketidakpastian dan ketidakjelasan yang disebabkan oleh interaksi manusia.

Oleh karena itu, tim ilmuwan dari Universitas Texas telah siap menghadapi tantangan untuk membawa robot keluar dari zona nyaman mereka dan memasuki dunia manusia yang berantakan. Saat ini robot yang tengah mereka kembangkan sedang diajari bagaimana mengenali lingkungan dimana mereka berada, yaitu di laboratorium. Sejauh ini robot yang diberi nama Daleks tersebut telah belajar bagaimana cara menghindari sebuah benda. Namun, ada hal yang jauh lebih besar telah direncanakan untuk mereka.

Tujuannya adalah agar mereka dapat melaksanakan sebuah instruksi sederhana, seperti menemukan rekan kerja atau mencari dan membawa lebih dari satu peralatan. Tapi saat ini masih lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Selain itu, mereka juga harus bisa mengenali benda dan orang serta perlu memahami dan mengenali ucapan manusia.

Dan ini hanya bisa dicapai dengan menggunakan sistem kecerdasan buatan, sehingga mampu membuat robot untuk menanyakan pertanyaan untuk membantu memahami kata-kata. Peneliti yang memimpin proyek ini adalah seorang ahli bahasa, yaitu Dr Jesse Thomason. Dia telah membatasi jumlah pertanyaan yang dapat diajukan oleh Daleks,kenapa begitu sedikit?

Alasannya karena robot bisa menjadi “menyebalkan” dengan pertanyaan yang mereka ajukan. Mereka akan meminta terus seperti anak kecil, jelas Dr Jesse Thomason.

Jadi untuk saat ini robot – robot yang kita lihat di film fiksi ilmiah belum bisa kita lihat secara utuh. Namun, dengan hadir dan cepatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan, maka tidak akan lama lagi robot – robot itu akan hadir menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.(hh)

Sumber