Aplikasi Pendeteksi Berita Bohong Telah Dibuat

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Dengan banyaknya tekanan terhadap perusahaan-perusahaan seperti Google, Facebook dan Twitter untuk menangani masalah berita bohon, beberapa pengembang juga ikut mengambangkan aplikasi yang mampu mendeteksi berita bohong.

Seperti dilansir dari BBC News, Seorang pakar teknologi bernama Daniel Sieradski telah mengembang aplikasi plugin yang diberi nama BS Detector, dimana plugin tersebut akan menandai situs-situs berita yang tidak jelas pada Facebook dan Twitter.

Plugin tersebut telah muncul di sejumlah feed berita, sehingga banyak yang menyangka bahwa plugin tersebut adalah fitur resmi dari Facebook.

Padahal pada kenyataan Facebook sendiri saat ini tengah melakukan pemblokiran terhadap situs BS Detector.

BS Detector adalah sebuah aplikasi plugin yang memiliki daftar berita-berita bohong berikut sumber referensinya. Plugin ini dapat dipasang pada browser Chrome dan Mozilla dan ketika ia menemukan adanya potensi berita bohong, maka ia akan menandainya dengan banner berwarna merah dengan tulisan “This website is considered a questionable source” (Website ini masuk dalam sumber yang dipertanyakan).

Sejak diluncurkannya telah tercatat sebanyak 25 ribu orang telah memasang plugin tersebut.

“Saya dan sejumlah kontributor open source lainnya telah menghabiskan waktu yang sangat banyak guna memperbaiki dan meningkatkan fungsinya,” kata Daniel seperti dikutip dari BBC News.

Sementara itu, The Trust Project bekerja sama dengan BBC News Lab, baru-baru ini mengadakan hackathon di London yang bertujuan untuk mengajak para media berita yang resmi memikirkan cara untuk meningkat kepercayaan dari pembacanya.

Ann Gripper, executive digital editor dari Mirror Group yang hadir pada acara tersebut mengatakan bahwa Facebook, Twitter dan Google harus tanggung jawab menangani isu-isu tersebut.

“Mereka memiliki kekuasaan yang besar dan banyak orang yang mengakses berita melalui layanan mereka, sehingga tanpa andil mereka, menangani masalah berita bohong merupakan perjuangan yang berat,” ujarnya.

Tim hackathon yang hadir pada acara tersebut merupakan perwakilan dari organisasi-organisasi media berita seperti Mirror Group, La Stampa, WashingtonPost/BuzzFeed, BBC News Labs dan The Guardian. Dimana masing-masing tim mengembangkan alat bantu yang mampu mendeteksi berita bohong.(hh)