Bingung Cari Kerja? Gunakan Fitur Baru Google Untuk Cari Kerja

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Mencari pekerjaan sekarang menjadi lebih mudah. Google telah meluncurkan fitur pencarian kerja yang langsung ditampilkan pada halaman hasil pencarian. Dengan fitur baru ini, maka pencari kerja dapat mengakses iklan lowongan kerja yang berasal dari Linkedin, Monster, WayUp, DirectEmployers, CareerBuilder, Facebook dan lain – lain. Bahkan lowongan pekerjaan yang di Google pun akan ditampilkan.

Seperti dilansir dari TechCrunch, tujuan dihadirkannya fitur tersebut adalah untuk memudahkan para pencari kerja dalam mencari lowongan pekerjaan tanpa perlu mengunjungi sejumlah situs yang nantinya hanya akan menemukan iklan yang sama dan iklan – iklan pekerjaan yang tidak sesuai.

Fitur ini tersedia dalam bahasa Inggris pada desktop dan mobile, yang perlu kita lakukan hanyalah mengetik atau memasukan kata pencarian seperti “jobs near me” (pekerjaan di dekat saya), “writing jobs” (pekerjaan menulis) atau kata – kata lain yang berhubungan dengan pencarian pekerjaan. Nanti, pada halaman hasil pencarian, akan ditampilkan widget untuk pencarian kerja.

Dengan menggunakan widget tersebut, pengguna akan bisa melihat beragam jenis pekerjaan. Melalui widget pengguna juga dapat mengganti kata pencarian, misalnya dengan kata – kata “full-time position” (pekerjaan penuh). Ketika pengguna melihat – lihat informasi untuk pekerjaan tertentu, pengguna juga akan melihat sebuah “pintu kaca” dan penilaian dari Indeed untuk perusahaan yang memasang iklan lowongan kerja.

Pengguna juga dapat menyaring pekerjaan berdasarkan industri dan lokasinya serta kapan iklan lowongan pekerjaan tersebut dipasang dan perusahaannya. Setelah pengguna menemukan kata pencarian yang tepat, mereka juga dapat mengaktifkan pemberitahuan yang akan segera memberitahukan apabila ada lowongan kerja baru yang sesuai dengan pencarian yang telah dilakukan.

Untuk dapat menghasilkan sebuah daftar yang lengkap, pertama – tama Google menghapus semua daftar duplikat yang dipasang oleh si pencari kerja pada semua situs lowongan kerja. Selanjutnya, pekerjaan diambil oleh sebuah mesin yang akan mempelajari dan juga melatih algoritmanya. Umumnya situs – situs lowongan pekerjaan memiliki tanda khusus yang akan membantu mesin pencari memahami bahwa iklan lowongan yang dipasang benar.

Apabila pengguna telah menemukan sebuah pekerjaan yang tepat, maka Google akan mengarahkannya kepada situs lowongan tersebut. Dimana pengguna dapat melakukan proses melamar pekerjaan tersebut lebih lanjut. Untuk sebuah iklan lowongan yang muncul di beberapa situs, Google akan memberikan tautan kepada pengguna untuk situs yang paling lengkap.

“Kami berharap tindakan ini menjadi sebuah masukan bagi situs – situs lowongan pekerjaan untuk memberikan informasi detail dari iklan lowongan kepada para pencari kerja,” ujar juru bicara Google seperti dikutip dari TechCrunch.

Google sendiri terlihat jelas tidak menginginkan adanya persaingan langsung terhadap situs – situs lowongan kerja seperti Monster, CareerBuilder dan sejenisnya. Selain itu, Google juga tidak memiliki rencana menyediakan layanan bagi perusahaan untuk memasang iklan pekerjaan di mesin pencari kerja milik Google.(hh)