Brexit Guncang Industri Informasi Teknologi Inggris

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Sebuah referendum baru saja diadakan di Inggris yang hasilnya mayoritas warganya memilih untuk keluar dari keanggotaan Uni Eropa. Hasil tersebut merupakan kemenangan bagi kubu Brexit atau British Exit, hal ini menyebabkan banyak ketidakpastian diberbagai sektor, industri teknologi Inggris salah satunya.

Banyak warga Uni Eropa yang datang ke London untuk bekerja atau berkecimpung di industry informasi teknologi. Bahkan ratusan startup memperoleh manfaat pada inisiatif Tech City yang diadakan oleh Pemerintah Inggris. Hal tersebut dikarenakan London merupakan pusat dari perusahaan teknologi di Eropa. Seperti yang dikutip dari detikINET.

Pertumbuhan ekonomi digital berlangsung lebih cepat dibanding ekonomi di Inggris Raya secara keseluruhan. Dari data terbaru, tercatat ada sekitar 1,56 juta orang yang bekerja di perusahaan digital Inggris. Sejumlah 328 ribu bekerja di London.

Dengan adanya Brexit semua cerita sukses tersebut mungkin tidak akan terdengar lagi. “Saya cemas pasar lokal akan turun. Padahal dalam beberapa tahun ke belakang jelas bagi siapapun bahwa London jadi pusat teknologi besar, semua perusahaan teknologi punya kantor di London,” ujar Drew Benvie, seorang pendiri agensi digital Battenhall di London.

Dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa, kemungkinan besar akan ada perubahan dalam masalah aturan visa. Ini membuat Benvie khawatir, karena dia memperkerjakan 34 pegawai, yang semuanya adalah warga negara asing yang bekerja menggunakan visa Uni Eropa.

Walaupun ia percaya pasti akan ada jalan keluarnya, namun dengan adanya Brexit paling tidak telah menimbulkan ketidakpastian. “Ketidakpastian ini tidak membantu sama sekali,” ujar Benvie.

Di kesempatan lain, lembaga TechUK yang merupakan tempat perusahaan teknologi Inggris bernaung menyesalkan keputusan yang telah diambil oleh warga Inggris. Perusahaan hukum Pinsent Masons melakukan riset terhadap 1.000 pengusaha Eropa dan Inggris, hasil riset memperlihatkan bahwa mereka tidak ada yang mempunyai strategi yang pasti sehubungan dengan rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

TechUK mengeluarkan pernyataan bahwa tanpa manfaat dari keanggotaan Uni Eropa, Inggris harus melakukan hal yang sangat baik untuk bisa sukses.

Kekhawatiran lain yang ditimbulkan adalah adanya perpindahan dari perusahaan teknologi dari Inggris ke kota lain di Uni Eropa. Seperti ibukota Jerman Berlin yang sekarang sudah memperlihatkan kemampuannya untuk menjadi pesaing London.

“Kami mengharapkan penurunan yang signifikan berdirinya perusahaan baru di London karena mereka lebih memilih Berlin, dan juga beralihnya startup London yang sukses menuju ke sini,” ujar Christoph Gerlinger dari German Starups Group.

Akan tetapi besar keyakinan bahwa industri teknologi akan terus berjaya walaupun Inggris sudah tidak menjadi anggota Uni Eropa. “Saya yakin sektor teknologi Inggris tidak hanya akan bertahan dari tantangan hasil referendum ini, namun juga akan terus tumbuh,” kata Tudor Aw dari organisasi KPMG UK.