Data iCloud Apple Kini Disimpan Oleh Perusahaan Milik Negara

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Pada bulan Februari, Apple membuat kehebohan ketika mengumumkan akan memindahkan akun iCloud pengguna di Tiongkok dan kunci enkripsi mereka kepada perusahaan server Tiongkok bernama Guizhou-Cloud Big Data.

Para pembela hak asasi manusia pun memperingatkan bahwa langkah yang diambil akan berbahaya bagi orang-orang yang mengeritik pemerintah. Tanggapan Apple pada saat itu mereka tidak memiliki pilihan selain mematuhinya, apabila ingin terus menyediakan layanan iCloud kepada pelanggannya di Tiongkok.

Sekarang perusahaan telekomunikasi milik pemerintah China Telecom, mengambil alih data iCloud dari Guizhou-Cloud Big Data. Ini berarti perusahaan milik negara tersebut kini memiliki akses ke semua data iCloud yang disimpan oleh penggunanya di Tiongkok, seperti foto, catatan, email, dan pesan teks.

Media milik pemerintah Tiongkok sedang menggembar-gemborkan bahwa langkah merupakan sebuah kemenangan bagi konsumen, tetapi warga Tiongkok sangat mengutuk keputusan tersebut. Di Weibo, situs Twitternya di Tiongkok, pembicaraan seputar data iCloud berpusat pada sensor dan privasi pengguna.

Untuk dapat tetap menjalankan bisnisnya di Tiongkok, Apple harus mentaati peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Tiongkok, yaitu dengan menempatkan server untuk penggunanya di Tiongkok. Oleh karena itulah Apple bekerja sama dengan Guizhou-Cloud Big pada bulan Februari.

Apple telah mencoba menenangkan penggunanya di Tiongkok dengan menunjukkan bahwa data hanya sementara disimpan pada perusahaan yang berbasis di Tiongkok. Sementara Apple masih mengendalikan kunci enkripsi ke setiap akun. Mereka juga menegaskan bahwa tidak ada kesepakatan khusus yang dibuat untuk memberikan akses kepada pemerintah China.

Lembaga Amnesty International dalam pernyataannya mengatakan bahwa data iCloud asli yang dipindahkan dalam undang-undang di Tiongkok sama dengan memberi pemerintahnya “akses yang hampir tidak terikat” ke data yang disimpan di negara tersebut.

Apabila pemerintah China mendatangi penyedia layanan untuk mencari data pengguna dalam membantu sebuah penyelidikan, maka tidak mungkin perusahaan tersebut menolak menyerahkan informasi tersebut. Sekarang dengan informasi iCloud ada di tangan milik negara, pemerintah Tiongkok sudah pasti memiliki akses ke data pengguna.(hh)

Sumber