Departemen Kesehatan California Peringatkan Warga Kurangi Penggunaan Ponsel

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Sejak awal hadirnya ponsel, sejumlah aktifis lingkungan dan ilmuwan telah memperingatkan bahaya tersembunyi yang dapat ditimbulkan oleh ponsel pada tubuh manusia. Ini disebabkan oleh energi frekuensi radio yang digunakan untuk berkomunikasi dengan menara BTS. Dikhawatirkan radiasi yang timbul dapat mempenetrasi jaringan tubuh dan menimbulkan kerusakan serta meningkatnya kanker otak.

Namun, ada juga sejumlah ilmuwan yang menentang mengenai adanya kerusakan yang ditimbulkan oleh ponsel pada tubuh manusia. Alasan yang mereka sampaikan bahwa hal tersebut belum terbukti dan tidak mungkin bisa terjadi.

Walaupun perdebatan itu masih berlangsung, secara mengejutkan pihak Departemen Kesehatan Masyarakat California telah memperingatkan masyarakat, khususnya anak – anak apabila memungkinkan untuk tidak serlalu sering menggunakan ponsel. Instansi tersebut juga mengeluarkan petunjuk bagaimana mengurangi dampak dari paparan energi frekuensi radio.

Petunjuk terbaru lebih jelas dibandingkan draft petunjuk pada tahun 2015. Termasuk di dalamnya langkah – langkah bagaimana menghindari paparan dari frekuensi radio. Misalnya seperti menjauhkan ponsel dari tubuh, jauhkan dari tempat tidur ketika malam hari, lepaskan headset ketika tidak melakukan atau menerima panggilan. Selain itu, hindarkan pemakaian ponsel ketika sinyal lemah dan jangan gunakan ponsel untuk mendengarkan musik atau menonton video, karena aktifitas ini akan meningkatkan jumlah frekuensi radio yang dihasilkan.

Pihak WHO (World Health Organization) telah mengkatagorikan frekuensi radio pada Class 2B, yang artinya memiliki kemungkinan berdampak bahaya pada manusia. Sementara itu, dari departemen makanan dan obat – obatan mengatakan tidak ada bukti ilmiah yang memperlihatkan keterkaitan paparan frekuensi radio pada kesehatan.

Paling tidak saat ini belum ada hasil penelitian yang memperlihatkan akibat terpaparkan radio frekuensi seseorang menderita kanker otak. Tapi paling tidak ada baiknya kita mencoba mengurangi penggunaan ponsel, karena berdasarkan hasil penelitian terlalu banyak melihat layar ponsel akan berdampak tidak sehat pada kesehatan mental seseorang, khususnya para remaja.

Bagi yang menolak dan menunggu jawaban terbaik, ada baiknya memantau proyek COSMOS. Sebuah penelitan ambisius yang saat ini tengah melacak penggunaan ponsel dan dampaknya pada kesehatan yang telah melibatkan lebih dari setengah juta orang yang tersebar di seluruh Eropa. Penelitian yang dimulai tahun 2007 ini akan diikuti oleh orang-orang tersebut selama 20 sampai 30 tahun ke depan.(hh)

Sumber