Drone Karya Anak Bangsa Tembus Langit Indonesia

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda ke-88, pada 28 Oktober 2016, drone hasil karya anak bangsa telah diluncurkan dari Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Garut yang merupakan fasilitas milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di Pameungpeuk, Garut.

Semua ini berawal dari sebuah impian untuk menginspirasi Indonesia, penggagasnya adalah Dian Rusdiana Hakim yang merupakan Founder dan CEO dari AeroTerrascan. Impiannya itu sudah dalam pemikirannya sejak 10 tahun silam ketika ia membentuk tim AeroTerrascan. Kini AeroTerrascan telah siap untuk melaksanakan ekpedisi menuju stratosfer yang diberi nama Menembus Langit.

Drone Karya Anak Bangsa Akan Tembus Langit Indonesia
Dari kanan Dian Rusdiana Hakim Initiator Menembus Langit/Founder&CEO AeroTerrascan, Ir. Jasyanto, M.M Kepala Bagian Hubungan Masyarakat LAPAN, Azhar T. Pangesti Program Director Menembus Langit, Daus Gonia Founder Dengan Senang Hati, dan Dennis Adishwara Founder&CEO Layaria.

Tentunya ekspedisi itu dapat terwujud berkat dukungan dan kerjasama dari AeroGeoSurvey, AeroVisualStudios, Dengan Senang Hati, Global Inovasi Informasi Indonesia, GDILab, Layaria, Alitt Susanto, serta Lembaga Antariksa dan Penerbangan Indonesia (LAPAN). Dimana nantinya melalui ekspedisi Menembus Langit ini akan tercatat sebuah sejarah baru dibidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan aeronautika Indonesia.

Sementara tujuan dari ekspedisi Menembus Langit adalah untuk mendukung eksplorasi stratosfer serta melakukan pengembang riset aeronautika di Indonesia. Diharapkan hasil ekspedisi ini dapat memberikan data yang akan digunakan sebagai acuan untuk mendukung penelitian lebih lanjut serta membantu mempercepat perkembangan teknologi keantariksaan di Tanah Air.

Drone dengan nama Ai-X1 ini merupakan hasil desain dan produksi dari AeroTerrascan. Ai-X1 memiliki dimensi panjang 621.14 cm dan lebar 1006 cm. Sementara bobotnya mencapai 2.7 kg, air-frame Ai-X1 terbuat dari bahan fiber composite dengan carbon reinforcement. Baling-balingnya dapat ditekuk yang memiliki ukuran 11×6 inch dan digerakkan oleh motor elektrik.

Untuk pengendaliannya Ai-X1 menggunakan autopilot berbasis APM, yang dilengkapi oleh airspeed sensor, GPS, radio telemetry 900Mhz, dan video transmitter 1,2Ghz. Kelengkapan lain untuk mendukung ekspedisi di stratosfer yang ada pada Ai-X1 adalah sensor meteorologi dan kamera 360 derajat.

Sebelumnya pada tanggal 27 Agustus 2016 telah dilakukan uji coba untuk melihat sejauh mana kemampuan UAV untuk bisa kembali ke home point, kekuatan struktur UAV, jangkauan telemetry sampai dengan ketinggian 12,9 KM serta kemampuan autopilot secara umum. Selain itu juga diuji bermacam failsafe skenario yang disiapkan oleh tim ekspedisi Menembus Langut untuk mengetahui tantangan stratosferik yang dihadapo UAV Ai-X1.

Pada peluncurannya nanti UAV Ai-X1 akan dibantu oleh balon cuaca sampai dengan ketinggian 30 KM atau 100,000 feet dari permukaan laut. Kemudian UAV Ai-X1 akan kembali secara otomatis ke titik awal. Dengan adanya kemampuannya untuk kembali tersebut maka menjadikannya pesawat ulang alik yang dapat digunakan kembali untuk keperluan penelitian atau misi lainnya.

Hasil yang di harapkan dari ekspedisi Menembus Langit ini adalah agar kedepannya nanti bisa dibuat drone yang lebih canggih dengan jenis High Altitude Long Endurance (HALE) di Indonesia dan tentunya merupakan hasil karya anak bangsa.