Facebook Kumpulkan Data Panggilan dan SMS di Ponsel Android

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Facebook kembali mendapatkan kritikan tajam karena diketahui telah mengumpulkan data dari riwayat panggilan dan SMS para pengguna ponsel Android selama bertahun-tahun. Menurut laporan tersebut, data itu ditemukan oleh banyak pengguna Android setelah mereka memperoleh salinan offline dari Data Facebook mereka.

Belum lama ini Facebook telah menerima banyak kritikan dari orang karena menemukan bahwa perusahaan jejaring media sosial tersebut membagikan data penggunanya ke konsultan politik Cambridge Analytica untuk membentuk profile pemilih dalam pemilu.

Mengenai pengumpulan riwayat data panggilan dan SMS, Facebook melakukan hal tersebut tanpa menanyakannya kepada para penggunanya. Namun, menurut tulisan terbaru diblognya, Facebook mengatakan hal itu tidak benar. Facebook menyampaikan bahwa pengumpulan data panggilan dan riwayat SMS itu telah menjadi “bagian dari fitur bagi para pengguna yang menggunakan Messenger atau Facebook Lite di Android”.

Jadi Facebook sebenarnya mengumpulkan data riwayat panggilan dan SMS setelah pengguna setuju untuk mengaktifkan fitur berbagi kontak di Facebook Lite atau Messenger yang dilakukan pada proses pendaftaran atau ketika nanti sudah masuk di aplikasi.

Menurut Facebook, data yang dikumpulkan itu akan digunakan untuk membantu meningkatkan pengalaman para penggunanya ketika menggunakan aplikasi di ponsel. Namun, Facebook belum menyebutkan secara pasti pengalaman seperti apa yang mereka maksud. Sementara di sisi lain, Facebook telah mengklaim bahwa mereka tidak pernah menjual data – data tersebut baik berupa isi pesan SMS atau riwayat panggilan yang dikumpulkan, karena sebenarnya data – data itu tidak diunggah ke server mereka.

Facebook juga berpendapat bahwa pengumpulan data seperti itu merupakan hal yang umum pada aplikasi dan layanan jejaring sosial untuk menggunakan fitur impor kontak. Karena ini merupakan cara agar lebih mudah menemukan orang yang ingin pengguna hubungkan dengan mereka.

Tetapi, untuk pengguna iPhone tidak perlu khawatir, karena pengumpulan data seperti ini tidak mungkin dilakukan di iPhone dikarenakan adanya kebijakan dan privasi yang ketat dari Apple. Pengumpulan data seperti itu hanya mungkin dilkaukan di perangkat Android karena kebijakan dan privasinya dulu tidak terlalu ketat.

Sumber