Facebook, WhatsApp dan Instagram Tumbang, Netizen Komplen di Twitter

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Tiga situs media sosial terpopuler tersebut tidak berfungsi sejak jam 10 malam. Banyak pengguna hanya menemukan layar kosong saat mereka mencoba mengakses Facebook, sementara yang lain tidak dapat terhubung ke WhatsApp.

Pesan pembaruan dari Facebook mengatakan bahwa sedang ada pemeliharaan, tetapi beberapa pengguna mendapatkan kode kesalahan 1 atau 2 ketika mereka mencoba untuk masuk. Sejumlah pengguna juga ada yang menerima pesan “Akun Anda saat ini tidak tersedia karena ada masalah dengan situs”. Disusul dengan pesan “Kami berharap ini akan segera diselesaikan. Silakan mencoba kembali dalam beberapa menit”.

Permasalahan tersebut tampaknya telah memengaruhi pengguna di seluruh dunia yang meliputi Inggris, India, Prancis hingga AS dan Lithuania. Selain situsnya, aplikasi Facebook Messenger juga tidak berfungsi.

Peringatan lain yang muncul di Facebook berbunyi, “Maaf, ada yang salah. Kami sedang berusaha memperbaikinya secepat mungkin”. Pengguna juga mengatakan mereka tidak dapat memposting komentar apa pun, bahkan ketika telah keluar tetapi mereka tidak dapat masuk kembali.

Sementara itu, situs web Instagram menampilkan pesan serupa, “Kami tidak dapat terhubung ke Instagram. Pastikan Anda terhubung ke Internet dan coba lagi”.

Karena timbulnya masalah itu, maka para pengguna media sosial membanjiri Twitter dan mengeluhkan permasalahan akses yang dialami mereka ke situs-situs tersebut. Bahkan tagar #FacebookDown dan #InstagramDown juga menjadi tren.

Salah seorang pengguna berkata, “Apa yang terjadi dengan Facebook? Laporan sudah 30 menit tidak bisa diakses di daerah Boston. Di tempat lain bagaimana ??”

Seorang pengguna media social bernama Adam menulis, “Bagaimana jika Instagram dan Facebook tidak befungsi selama bulan September, mereka akan melihat seberapa banyak pengguna yang mengalami kekecewaan dan frustasi. Lagi pula mereka dimiliki oleh perusahaan yang sama.”

Ada juga pengguna yang berkata bahwa ini mungkin sebuah eksperimen sosial di mana orang harus kembali berbicara langsung antara satu sama lain lagi.

Sementara Laurel Jarvis mengatakan bahwa ia tidak sabar menunggu ketika Facebook dan Instagram harus membuat pernyataan mereka di Twitter mengenai masalah yang dialami oleh situs mereka.(hh)

Sumber