Telkomsel Janjikan Internet di 80 Kota Tidak "Kilobyte" Lagi

Home Forums Kebijakan Strategis, Telekomunikasi, Penyiaran, Internet & Data, Pendidikan dan Pelatihan Telkomsel Janjikan Internet di 80 Kota Tidak "Kilobyte" Lagi

This topic contains 0 replies, has 1 voice, and was last updated by  Admin 2 years, 4 months ago.

Viewing 1 post (of 1 total)
  • Author
    Posts
  • #15669

    Admin
    Keymaster

    JAKARTA, KOMPAS.com – Telkomsel berencana memperluas jangkauan program kota broadband miliknya hingga ke 80 kota. Program tersebut akan fokus pada pengembangan jaringan 3G serta 4G.

    Program yang dimaksud merupakan Telkomsel untuk memastikan kestabilan dan kecepatan akses jaringan.

    Contohnya antara lain dengan melakukan drive test & walk test, optimalisasi jaringan, pemasangan COMBAT (Compact Mobile Base Station), penambahan BTS baru, dan kapasitas jaringan, hingga performance monitoring & complaint handling.

    Saat kota broadband sudah menjangkau kurang lebih 30 kota di Indonesia, antara lain Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Denpasar, Makassar, Balikpapan, Yogyakarta dan Semarang.

    “Di tahun 2016 ini, dari 30 kota broadband akan kami tingkatkan menjadi 80 kota. Kami ingin pelanggan bisa merasakan true boradband experience hingga ke seluruh Indonesia,” terang Direktur Network Telkomsel Sukardi Silalahi dalam bincang bersama media, Selasa (15/3/2016).

    “True broadband experience itu ya kecepatannya nanti jangan kilobyte lagi, tapi minimal sudah megabyte lah. Kalau dipakai YouTube sudah tidak akan buffering,” imbuhnya.

    Jaringan telekomunikasi Telkomsel di kota broadband akan diatur hingga ke level mikro. Bila biasanya pengaturan jaringan hanya dilakukan per wilayah dengan jangkauan per BTS-nya, kali ini pengaturan jaringan dilakukan berdasarkan lokasi tertentu di sebuah wilayah, misalnya bandara, mall atau gedung tertentu.

    Pada 30 kota broadband yang sudah ada sebelumnya, total ada 1000 titik atau point of interest yang diatur dengan cara tersebut. Sedangkan pada pengembangan tahun 2016, total akan ada 10.000 titik.

    “Ini kerjanya luar biasa. Pengaturannya bukan cuma kota, tapi sampai ke spot-spot. Misalnya di bandara pengguna 2G padat, maka bisa kami pasang hingga 20 Mhz di sana, sedangkan daerah lain yang lebih lengang kami kurangi,” jelas Sukartdi.

    Fokus pengembangan jaringan telekomunikasi itu hanyalah untuk teknologi 3G serta 4G. Sedangkan 2G, meskipun masih ada yang menggunakan, cuma akan dirawat saja dan tidak dikembangkan lebih lanjut.

    “Kami tidak akan kembangkan 2G karena trennya revenue makin turun. Sekarang ini kami sudah leading di 3G dan lebih agresif di 4G,” ujarnya.

    Total ada 13.000 base transceiver station (BTS) baru yang akan dibangun sepanjang tahun ini. Komposisinya terdiri dari 3G dan sebagian besar adalah BTS 4G.

    Selain itu operator pelat merah ini juga berencana melakukan modernisasi perangkat jaringannya, sebanyak kurang lebih 11.000 BTS.

Viewing 1 post (of 1 total)

You must be logged in to reply to this topic.