Google Berikan Label Sertifikasi Logo Play Protect Pada Perangkat Android

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Google selaku pengembang sistem operasi Android akan berikan sertifikasi untuk perangkat yang menjalankan aplikasi Google yang asli dan akan gunakan sistem keamanan dan perijinan yang sesuai untuk keperluan tersebut.

Google mengatakan akan memasang logo Play Protect disetiap kemasan perangkat yang telah memiliki sertifikasi untuk menjalankan aplikasi Google yang asli dan mengijinkan aplikasi dari Play Store untuk berfungsi dengan baik.

“Perangkat yang telah memiliki sertifikasi juga wajib dikirim tanpa adanya perangkat lunak pra-instal dan menyertakan Google Play Protect, yang telah memiliki fitur keamanan seperti pemindaian virus otomatis dan Find My Device,” seperti penjelasan Google di situsnya.

Tim pengawas Android juga telah menerbitkan daftar mitra yang memiliki sertifikasi, yang terdiri dari beberapa merek ternama dan sejumlah merek yang mungkin belum pernah di dengar dari daratan Cina.

Penggunaan Play Protect pada Android telah dimulai pada bulan Mei tahun ini, ketika itu ditampilkan di aplikasi Play Store pada panel pembaharuan aplikasi.

Play Protect dibantu oleh mesin pembelajaran otomatis dari Google dan telah dilatih untuk mencari aplikasi yang berbahaya dari hasil pemindaian 50 milyar aplikasi setiap harinya.

Aplikasi – aplikasi tersebut telah di analisa sebelum ditampilkan di Play Store, kemudian Play Protect bertugas memantau perilaku aplikasi setelah dipasang pada perangkat dan berjalan secara otomatis di memori. Sebelumnya Google telah menawarkan fungsi ini pada Android dengan nama “Verify Apps”.

Awal bulan ini, Google mengatakan akan mengganti algoritma pencarian di Play Store untuk mendapatkan aplikasi yang tidak membuat sistem rusak atau menyedot penggunaan baterai terlalu banyak.

Selain itu, algoritma baru yang digunakan juga memeriksa aspek lain, seperti kerusakan akibat aplikasi, waktu perubahan, penggunaan baterai dan jumlah pencopotan pemasangan dari aplikasi guna menentukan rangking sebuah aplikasi.

Google menjelaskan adanya penggantian tersebut setelah menyadari bahwa setengah dari aplikasi yang mendapatkan satu bintang untuk ulasannya di Google Play Store adalah karena masalah aplikasi yang tidak stabil.(hh)

Sumber