Google Uji Coba Aplikasi “Search Lite”

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Salah satu usaha yang dilakukan Google agar layanannya dapat digunakan di negara – negara berkembang, maka Google saat ini tengah melakukan uji coba versi ringan dari aplikasi pencariannya.

Seperti dilansir dari The Verge, dikembangkannya versi ringan dari aplikasi pencarian ditujukan bagi daerah yang memiliki kecepatan internet yang masih lambat. Saat ini aplikasi tersebut hanya tersedia pada Play Store di Indonesia.

Fungsi dari aplikasi “Search Lite” sesuai seperti namanya, yaitu untuk melakukan pencarian, sama seperti yang tersedia pada Google cross-platform aplikasi pencarian yang ada saat ini.

Pengguna dapat melakukan pencarian dengan mengetik atau menggunakan suara, tersedia juga fungsi penterjemah, Google News dan informasi lokal seperti cuaca dan informasi bisnis.

Apabila dengan menggunakan aplikasi pencarian Google yang biasa dimulai dengan “search bar”, yang kemudian akan menampilkan beragam gambar dengan tampilan animasi ketika kita menggeser hasil pencariannya.

Pada aplikasi “Search Lite” kita tidak akan melihat itu semua dan hanya akan ditampilkan informasi dalam bentuk barisan icon seperti tampilan “home screen” yang di isi dengan aplikasi – aplikasi.

Perbedaannya adalah dimana dan kapan aplikasi “Search Lite” menggunakan koneksi datanya. Diperkirakan aplikasi ini akan mengkonsumsi jauh lebih kecil data, sehingga memungkinkan pengguna dengan kecepatan internet yang rendah untuk melakukan pencarian dengan nyaman.

Pendekatan yang sama seperti yang dilakukan Google pada YouTube dengan melakukan uji coba YouTube Go, yang merupakan aplikasi versi ringan dari YouTube. Uji coba YouTube Go telah dilakukan di India tahun lalu dan versi betanya akan mulai tersedia di negara – negara lain pada musim semi tahun ini.

Bahkan Google tengah mengembangkan versi ringan dari Android yang diberi nama Android Go, yang telah di umumkan pada konferensi I/O Developer tahun ini. Semua ini merupakan bagian dari perusahaan teknologi raksasa tersebut untuk menggaet milyaran pengguna yang merupakan target dari Sundar Pichai sejak ia menjabat sebagai CEO pada tahun 2015.(hh)

Sumber