Grab Luncurkan Layanan Antar Belanjaan

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Grab merencanakan untuk meluncurkan layanan pengiriman belanja dengan mengandalkan jaringannya yang terdiri dari 7,1 juta supir, agen serta pedagang untuk membantu memperluas ekspansi bisnis utamanya sebagai layanan transportasi online di Asia Tenggara.

Seperti dilansir dari Reuters, strategi untuk menyediakan layanan “sehari-hari” tersebut merupakan ambisi Grab untuk mengamankan pangsa pasar transportasi online dari saingan utamanya Go-Jek yang telah memulai ekspansi ke Thailand dan Singapura.

Go-Jek, pemain utama transportasi online asal Indonesia telah mendapatkan dukungan dari KKR dan Warburg Pincus. Dimana Go-Jek pun telah berkembang menjadi layanan pembayaran digital, pengiriman makanan, pembersihan dan pijat sesuai permintaan konsumen.

Tidak mau kalah Grab pun mengubah dirinya menjadi kelompok teknologi konsumen. Saat ini mereka sudah menawarkan pinjaman, transfer uang elektronik, pembayaran, dan layanan pengiriman makanan.

“Kami percaya bahwa ketika kami menawarkan layanan sehari-hari yang lebih terlokalisasi, maka akan lebih banyak pengguna yang membuat keterlibatannya menjadi lebih tinggi di seluruh basis pengguna,” jelas Anthony Tan, co-founder dan grup CEO Grab seperti dikutip dari Reuters.

“Saat itu terjadi, maka ia akan menarik lebih banyak mitra dan ini adalah siklus ke atas yang baik. Bagus untuk bisnis, ” lanjutnya.

Layanan pengiriman belanjaan bisa membuat Grab yang berbasis di Singapura bersaing melawan perusahaan seperti Amazon.com dan RedMart. Dimana kedua perusahaan milik Lazada yang didukung Alibaba tersebut juga menawarkan pemesanan belanjaan secara online.

Oleh karena itu Anthony mengatakan, tidak menutup kemungkinan Grab juga akan terbuka untuk bekerja sama dengan pemain yang sudah ada.

Layanan pengiriman belanjaan merupakan bagian dari rencana Grab untuk menawarkan berbagai layanan melalui platform terbuka baru milik mereka, sehingga memungkinkan mitra mengakses bagian dari teknologinya seperti logistik dan pembayaran.

“Apapun jenis makanannya dan belanjaannya, kita perlu memastikan bahwa semua ini didanai dengan baik dari sisi teknologi dan keuangan,” kata Anthony.(hh)

Sumber