Indonesia Perlu Banyak Tenaga Ahli Digital

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Saat ini perkembangan industry digital sedang tinggi. Namun, tenaga ahli dibidang digital di Indonesia masih sangat kurang. Hal tersebut disampaikan oleh Menkominfo Rudiantara di acara Hackathon For Media, Minggu 15 Mei.

“Industri terpaksa melakukan outsource insinyur dari India,” kata Rudiantara ketika menyampaikan sambutannya pada event Hackathon For Media yang diadakan oleh Tempo dan Microsoft Indonesia.

Peranan teknologi informasi sangat penting guna menolong agar bisnis para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia dapat maju, tambahnya. Rudiantara menceritakan kembali bagaimana sektor UKM membantu ekonomi Indonesia pada tahun 1998.

Menurutnya, pemerintah harus membuat keputusan tersebut agar bisa mendorong perkembangan dan pertumbuhan UKM di bidang industry digital. Sebagai contoh di Amerika Serikat, lebih dari setengah produk dalam negeri atau gross domestic product (GDP) disumbang oleh para pelaku UKM. “Tapi UKM di sana sudah digital semua,” katanya.

Sebetulnya Indonesia sudah mirip dengan Amerika, sebesar 56 persen GDP Indonesia berasal dari sektor UKM. Hanya saja bedanya dengan Indonesia, UKM disana semuanya memanfaatkan teknologi digital.

Rudiantara yakin perkembangan industri e-commerce di Indonesia akan menjadi lebih baik. Terutama nanti setelah 2019, pada saat itu diharapkan Palapa Ring telah siap. Palapa Ring ialah infrastruktur broadband Internet yang akan membuat seluruh wilayah Indonesia terkoneksi melalui internet.

“Saat ini akses Internet di Papua kecepatannya baru 1/25 Internet di Jakarta,” ujar Rudiantara. “Setelah 2019 kecepatan Internet akan sama dan bisnis online akan berkembang.”

Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk Bambang Harymurti menyampaikan pendapat yang sama dengan Rudiantara. “Teknologi bisa membantu mempercepat inovasi di dunia. Termasuk inovasi di media,” ujarnya. Adanya teknologi digital saat ini merubah bentuk industri media. “Salah satu perbedaan media digital dengan media konvensional adalah media digital memiliki komunikasi dua arah.”

Azhar Hasyim, Direktur e-Business Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo membuka acara Hackaton For Media.“Ekonomi digital harus tumbuh sebesar-besarnya di negara Indonesia sesuai dengan visi Presiden RI,” ujarnya.