Ingin Beli Gadget Refurbish? Hindari 4 Jenis Produk Ini

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Sering kita temui banyak di iklankan berbagai jenis produk teknologi hasil refurbish. Memang dengan membeli produk refurbish akan membantu menghemat pengeluaran kita.

Jadi tidak ada salahnya untuk membeli produk-produk refurbish. Namun, kita harus mengetahui definisi dari produk refurbish atau daur ulang tersebut. Pastinya dari berbagai alasan, produk daur ulang bukanlah sebuah produk baru. Dari kebanyakan kasus, biasanya produk daur ulang itu adalah produk yang awalnya dibeli, kemudian dijual kembali karena ada sesuatu yang tidak berfungsi, atau memang tidak sesuai dengan harapan pengguna. Dari hasil survey yang dilakukan pada tahun 2011, sekitar 5 persen produk teknologi dikembalikan karena produknya cacat.

Apapun penyebabnya, barang yang di kembalikan akan diperiksa dan bila diperlukan perbaikan atau rekondisi akan dilakukan pada produk tersebut. Sejauh mana perbaikan dan rekondisi dilakukan? Itu tergantung kepada kondisi produk itu sendiri dan siapa yang melakukan daur ulang, apakah produsen atau penjual.

Sebagai contoh saja, kita mungkin banyak melihat produk daur ulang dari merek Apple, misalnya seperti MacBooks dan iPads, apabila daur ulang dilakukan secara resmi oleh Apple yang dilakukan di luar negeri, biasanya akan mendapatkan baterai dan casing baru serta satu tahun garansi. Faktor resikonya menjadi kecil dan bisa dibilang cukup aman untuk membeli produk daur ulang Apple.

Tapi hal itu tidak sama dengan produk daur ulang iPhone 5, harga sangat murah dan dijual oleh pihak ketiga, kemungkinan baterai masih sama seperti ketika keluar dari produksi dan garansinya pun hanya satu sampai tiga bulan saja.

Berdasarkan definisi dan kondisi diatas, maka berikut ini informasi yang kami rangkum dari Cnet.com untuk beberapa produk teknologi hasil daur ulang yang perlu kita hindari.

Hard Disk

hard disk refurbish

Apabila sebuah produk dikembalikan karena ada masalah dan masalah itu telah diperbaiki, mungkin masih masuk akal apabila kita membeli sebuah produk daur ulang.

Tapi hal itu tidak berlaku untuk hard disk. Baik produk itu dikembalikan karena cacat atau si pengguna tidak menyukainya, yang pasti produk tersebut telah digunakan. Sejauh ini tidak ada proses rekondisi yang dapat dilakukan pada hard disk untuk mengembalikan kondisinya seperti baru. Apalagi sekarang harga hard disk sudah cukup murah, jadi apakah akan menguntungkan apabila gunakan produk telah pakai untuk menyimpan data-data penting kita?

Ponsel

ponsel refurbish

Seperti sudah diulas singkat diatas, banyak produk daur ulang ponsel pintar yang dapat kita temui di pasaran saat ini. Khususnya produk-produk dari Apple.

Untuk ponsel pintar yang memiliki baterai yang fix terpasang atau tidak dapat diganti, sebaiknya hindari untuk membeli produk daur ulangnya. Kecuali kalau memang ada jaminan dari penjual baterai telah diganti dengan yang baru. Karena kita tidak akan pernah mengetahui berapa lama baterai tersebut telah digunakan. Hal yang sama berlaku juga untuk produk tablet.

Printers

printer refurbish

Alasan utama untuk menghindari membeli produk printer daur ulang adalah karena tinta atau toner yang digunakan pastinya sudah bersirkulasi di dalam printer. Jadi yang biasa kita dapatkan adalah printer bekas bukan yang sudah di rekondisi. Apalagi kalau printernya sudah lama tidak digunakan, bekas-bekas tinta tentunya sudah menempel di dalam printer tersebut.

Apabila kita bisa mendapatkan kepastian kepada penjual kalau printer tersebut resmi direkondisi oleh produsennya, berikut dengan kondisi tinta dan toner yang baru, mungkin bisa dipertimbangkan untuk dibeli, apalagi kalau penghematan biayanya cukup besar.

Televisi

tv refurbish

Mungkin dengan membeli produk TV yang telah di daur ulang atau di rekondisi bisa menghemat uang kita. Tapi ada baiknya tetap dihindari.

Alasan utamanya adalah masa garansi yang singkat. Umumnya hanya satu bulan sampai tiga bulan. Masalahnya untuk TV jaman sekarang dengan masa garansi seperti itu tidak memberikan jaminan kepastian, paling tidak perlu satu tahun untuk amannya.

Berdasarkan beberapa pengalaman pribadi rekondisi pada TV tidak secermat seperti melakukan rekondisi pada laptop dan tablet. Mungkin karena ukuran mereka besar dan berat.

Apabila memang masih ingin membeli TV hasil rekondisi, pastikan membelinya dari penjual lokal, jangan melalui online. Ini akan memudahkan kita mengembalikannya apabila ada masalah.(hh)