Ini Cara Pengembang Dapat 80,000 Dollar Setiap Bulannya Dari Apple

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Sebelumnya Apple telah menyatakan bagaimana para pengembang telah dibayar lebih dari 70 milyar dolar Amerika melalui App Store. Pada tahun sebelumnya Apple telah mengeluarkan uang lebih dari 20 milyar dolar Amerika. Johnny Lin pernah menjelaskan bahwa fitur-fitur pembelian di Apple dan pencarian iklan membuat pengguna menjadi termotivasi untuk mendaftar pada sebuah layanan.

Sebuah tulisan baru dari Johnny Lin di Medium, memberikan sebuah gambaran bagaimana para pengembang memanfaatkan fitur dari pembelian dalam aplikasi Apple yang dikombinasikan dengan fitur pencarian iklan.

Johnny Lin pernah menjelaskan bahwa fitur pembelian dalam aplikasi dan pencarian iklan merupakan dua hal yang memberikan motivasi pada pengguna untuk mendaftar pada sebuah layanan. Misalnya saja aplikasi seperti virus scanner, layanan VPN, pembuat password adalah beberapa aplikasi yang menghasilkan pendapatan cukup besar bagi pengembangnya.

“Saya melihat daftar di kategori Produktifitas dan melihat aplikasi-aplikasi dari perusahaan yang terkenal seperti Dropbox, Evernote dan Microsoft. Itu memang sesuatu yang sudah bisa kita perkirakan ada. Tapi ketika kita lihat di daftar 10 besar aplikasi produktifitas yang menghasilkan pendapatan terbesar (per 7 Juni 2017) kita bisa lihat aplikasi bernama Mobile protection: Clean & Security VPN,” tulis Johnny.

“Sebuah anti virus lengkap dengan pemindaian Malware? Sepertinya saya yakin tidak mungkin sebuah aplikasi pihak ketiga bisa memindai iPhone saya untuk virus atau malware, karena aplikasi pihak ketiga di sandbox pada data mereka sendiri,” imbuhnya.

“Kita perlu membayar sebesar 99.99 dolar Amerika untuk berlangganan selama 7 hari,” tulisnya lagi.

“Pernyataan berlangganan tersebut ditulis dengan huruf kecil pada paragraf di baris ketiga, biasanya iOS akan memberitahukan saya ketika jari saya ditaruh pada tombol home itu berarti saya setuju untuk membayar biaya berlangganan sebesar 100 dolar itu,” jelasnya.

Ia juga telah melakukan pengecekan melalui Sensor Tower untuk perkiraan pendapatan yang dihasilkan oleh aplikasi Mobile Protection: Clean & Security VPN. Disana terlihat bahwa aplikasi itu telah menghasilkan sebesar 80,000 dolar Amerika perbulannya. Pada dasarnya aplikasi itu tidak memberikan layanan apapun dan mereka menghasilkan uang dengan menipu pengguna untuk mendaftar pada layanan mereka.

Karena Apple tidak memiliki penyaringan atau proses persetujuan untuk pencarian iklan, maka para pengembang melakukan manipulasi pada pencarian iklan di App Store untuk mendapatkan traksi melalui aplikasi palsu.

Hal tersebut dinyatakan oleh Johnny pada tulisannya,”Ternyata, para penipu menyalahgunakan pencarian iklan produk milik Apple yang memang relatif baru dan belum stabil. Mereka memanfaatkannya karena tidak ada proses penyaringan atau persetujuan untuk iklan, dan iklan tersebut terlihat hampir tidak dapat dibedakan dari hasil yang sesungguhnya. Bahkan beberapa iklan mengambil keseluruhan halaman hasil pencarian.”

Johnny juga menambahkan bahwa hal tersebut sepertinya bukan sebuah kesalahan, malah sepertinya itu umum terjadi pada daftar penghasilan terbesar di app store. Hal itu juga tidak terjadi pada aplikasi yang menggunakan kata kunci keamanan saja. Sepertinya para penipu juga menggunakan kata kunci lain untuk melakukan penawaran.

Diharapkan iOS 11 telah dilengkapi dengan pencarian iklan yang telah diperbaiki, sehingga dapat mencegah terjadinya kasus seperti itu. Apple sendiri belum memberikan komentarnya sehubungan dengan adanya hasil penelitian tersebut. Untuk detail artikel bisa dibaca pada link berikut ini.(hh)