Ini Cara Rusia Gunakan Facebook dan Google Untuk Pengaruhi Pemilu 2016 di Amerika

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Dari beberapa kejadian yang terjadi sejak tahun lalu, semua sangat jelas bahwa informasi yang kita lihat di internet perlu kita sikapi dengan hati – hati. Sekitar 126 juta rakyat Amerika telah melihat di Facebook bagaimana adanya dugaan atas upaya agen rahasia Rusia mencoba mempengaruhi pemilu 2016. Selain itu, mereka juga membuat 131,000 pesan di Twitter dan memasang lebih dari seribu video di YouTube.

Seperti dilansir dari The Guardian, Para penanggung jawab dari Facebook, Twitter dan Google selaku pemilik YouTube, telah tampil di hadapan Komite Kehakiman dan pada hari Rabu di hadapan Komite Intelijen yang melakukan penyidikan atas adanya dugaan campur tangan Kremlin dalam pemilu 2016.

Para wakil dari perusahaan teknologi raksasa tersebut hadir dalam rangka membahas bagaimana platform digital yang mereka kelola dapat digunakan untuk mempengaruhi jutaan orang di Amerika.

Berdasarkan media di Amerika yang telah mendapatkan akses untuk tulisan yang disiapkan pada dengar pendapat tersebut, jejaring sosial raksasa Facebook akan mengakui adanya keterkaitan dengan Kremlin. Dimana ada sekitar 80,000 publikasi antara Januari 2015 hingga Agustus 2017.

Publikasi tersebut menjangkau sekitar 29 juta rakyat Amerika, yang ketika dibagikan totalnya menjadi 126 juta. Selain itu, Facebook juga akan melaporkan bahwa mereka telah menutup sekitar 170 akun pada Instagram dengan 120,000 publikasi yang dikaitkan dengan Rusia.

Layanan sosial milik Mark Zuckerberg tersebut juga menyatakan seminggu sebelumnya Internet Research Agency telah melakukan investasi sebesar 100,000 dolar untuk 3000 iklan dengan totak 470 halaman yang juga telah ditutup.

Konten – konten dari publikasi tersebut seputar masalah ras, agama, hak untuk menggunakan senjata, seksual dan orientasi gender.

Sementara itu, situs microblogging Twitter, akan menjelaskan adanya penemuan sekitar 2,700 akun yang terkait pada Internet Research Ageny, yang telah mempublikasikan 131,000 pesan pada kisaran bulan September dan November 2016.

Dari jumlah tersebut, selanjutnya terdeteksi lagi sekitar 36,000 akun yang tidak ada hubungannya dengan Internet Research Agency yang telah menerbitkan lebih dari 1,4 juta pesan dan telah dilihat lebih dari 288 juta view.

Akhirnya, perusahaan teknologi raksasa Google selaku pemilik YouTube akan melaporkan adanya penemuan 18 Channel di YouTube yang mungkin terkait dengan pihak agen Rusia. Dimana telah di pasang lebih dari 1,100 video sama dengan 43 jam konten, yang telah mencapai 309,000 view dari pertengahan tahun 2015 hingga akhir tahun 2016.

Sejumlah komite Kongres dan Senator, menangani masalah ini secara paralel dengan penyelidikan yang dilakukan oleh jaksa khusus Robert Mueller mengenai dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden dan kemungkinan adanya kontak atau komunikasi antara pejabat Kremlin dan tim kampanye presiden saat ini.(hh)

Sumber