Ini Daftar Peringkat Perusahaan Teknologi Terbaik Untuk Bekerja

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Baru – baru ini, Glassdoor, sebuah situs pencari kerja, telah menerbitkan daftar tahunannya untuk ‘Employees Choice Awards’ (Penghargaan Pilihan Karyawan). Sebuah daftar peringkat yang terdiri dari 100 perusahaan terbaik untuk bekerja di tahun 2018, di Amerika Serikat. Perusahaan layanan media sosial Facebook menampati posisi pertama tahun ini. Tidak hanya sebagai perusahaan teknologi terbaik, tetapi juga terbaik di seluruh negeri.

Sementara itu itu perusahaan teknologi raksasa Apple turun 48 peringkat. Tahun lalu berada pada peringat 36, dan pada tahun ini berada di posisi 84. Daftar ini merupakan hasil pilihan dari para karyawan.

Ini bukan pertama kalinya Facebook meraih posisi teratas, dalam 10 tahun terakhir perusahaan ini telah berhasil masuk peringkat teratas beberapa kali. Facebook berhasil berada di posisi teratas pada tahun 2011, 2012, 2017 dan untuk 2018.

Untuk tahun – tahun lainnya gelar berhasil diraih oleh Airbnb (2016), Google (2015), dan Twitter (2014). Namun, untuk tahun ini Airbnb dan Twitter tidak ada di dalam daftar. Google berhasil masuk kualifikasi, tetapi ini bukan hal yang mengejutkan, karena hampir setiap tahun perusahaan teknologi raksasa ini selalu ada di dalam daftar.

Sektor teknologi merupakan tempat pilihan bekerja terbaik di Amerika. Ada 28 perusahaan teknologi yang berhasil masuk ke dalam 50 besar. Disamping itu, jumlah perusahaan dari sektor ini yang berhasil masuk ke dalam daftar cukup banyak dibandingkan sektor lain. Misalnya saja, retail hanya ada 11 perusahaan; kesehatan, 11;konsultan, 6; keuangan, 6; tour dan travel, juga 6 perusahaan.

Berikut ini daftar dari perusahaan teknologi yang merupakan tempat terbaik untuk bekerja. Angka pertama merupakan indikasi posisi perusahan tersebut dalam daftar, dan angka kedua adalah rating yang diperoleh oleh perusahaan tersebut. 1.0 merupakan nilai terendah dan 5.0 adalah nilai terbaik. Untuk melihat daftar keseluruhan dapat diakses melalui tautan berikut ini .()

1.Facebook (#1, Rating: 4.6)

2. Google (#5, Rating: 4.6)

3. HubSpot (#7, Rating: 4.6)

4. World Wide Technology (#8, Rating: 4.5)

5. Ultimate Software (#10, Rating: 4.5)

6. SAP (#11, Rating: 4.5)

7. Salesforce (#15, Rating: 4.5)

8. LinkedIn (#21, Rating: 4.5)

9. DocuSign (#22, Rating: 4.4)

10. NVIDIA (#24, Rating: 4.4)

11. Fast Enterprises (#25, Rating: 4.4)

12. Paylocity (#29, Rating: 4.4)

13. Intuit (#30, Rating: 4.4)

14. Adobe (#31, Rating: 4.4)

15. VMware (#33, Rating: 4.4)

16. Concur (#34, Rating: 4.4)

17. Microsoft (#39, Rating: 4.4)

18. Ellie Mae (#40, Rating: 4.4)

19. Yardi Systems (#42, Rating: 4.4)

20. Zillow (#57, Rating: 4.3)

21. Kronos Incorporated (#63, Rating: 4.3)

22. Yahoo (#65, Rating: 4.3)

23. Arm (#66, Rating: 4.3)

24. Guidewire (#68, Rating: 4.3)

25. CDW (#81, Rating: 4.3)

26. Apple (#84, Rating: 4.3)

27. Cisco Systems (#89, Rating: 4.3)

28. Ceridian (#92, Rating: 4.3)

Dengan adanya kualifikasi terbaik yang diberikan oleh para karyawan pada perusahaan – perusahaan teknologi tersebut, tidak menutup banyaknya laporan mengenai ketidakadilan yang dialami oleh para karyawannya. Misalnya, banyak perusahaan besar seperti raksasa teknologi Google, Facebook dan Apple, telah mengalami adanya insiden akibat sedikitnya keragaman yang ada di antara karyawan mereka.

Meskipun telah ada upaya signifikan yang dilakukan untuk meningkatkan populasi pekerja wanita, masyarakat etnis dan minoritas pada umumnya, ternyata masih banyak yang harus dilakukan pada industri ini.

Selain itu, perusahaan teknologi raksasa Apple baru-baru ini juga dikecam oleh karyawannya di Cina, yaitu para pekerja di Foxconn, pemasok perusahaan tersebut di Asia. Menurut sejumlah praktisi muda di negara tersebut, Foxconn memaksa karyawannya bekerja selama 11 jam sehari untuk merakit iPhone di sebuah pabrik, di Zhengzhou, Cina. Keluhan ini berakhir setelah perusahaan tersebut menangguhkan jam kerja ekstra bagi karyawannya.(hh)

Sumber