Inisiatif Kerja Bersama Mendukung Perkembangan Startup dan Talent Digital

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta, 13 Agustus 2017 – Menjelang HUT RI Ke-72 tanggal 17 Agustus 2017, dimana pemerintah telah menetapkan slogan “Indonesia Kerja Bersama”. Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Koperasi Digital Indonesia Mandiri (DIGICOOP) dengan didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo), tahun ini menggelar event kompetisi Startup Grand Prix road to Liga Digital Indonesia.

Startup Grand Prix rencananya akan diselenggarakan di 8 wilayah yaitu Jabodetabek & Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur dan Sumatera Utara. Format kompetisi yang diselenggarakan adalah apps product pitching dan thematic Hackathon.

Dirjen APTIKA Kemkominfo Semuel A. Pangerapan
Dirjen APTIKA Kemkominfo Semuel A. Pangerapan

Acara ini mendapat dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), karena format dimana para talent digital akan diberikan tantangan menyelesaikan masalah-masalah di berbagai sektor unggulan.

Sebagai contoh yang diadakan di wilayah Jabodetabek & Banten, peserta diberikan tantangan hackathon bertema Bandara Soekarno Hatta yang diberikan PT. Angkasa Pura 2 (Persero). Dirjen APTIKA Kemkominfo Semuel A. Pangerapan dalam pembukaan Keynote Speech yang berjudul “Indonesia Kerja Bersama Mendukung Perkembangan Startup dan Talent Digital” menyampaikan penyelenggaraan Hackathon bertema Bandara ini sejalan dengan semangat Kerja Bersama untuk mendorong digitalisasi seluruh sektor unggulan, mengingat Transportasi adalah sektor prioritas dalam program Nawacita pemerintah.

“Pasar sebesar itu siapa yang mau garap kalau bukan kita yang ambil. Kita ingin bagaimana menumbuhkan aplikasi lokal di Indonesia. Gerakan ini harus ditularkan sampai kita jadi tuan di rumah sendiri, jangan sampai pasar itu diambil oleh orang lain,” kata Semuel.

Dirjen APTIKA juga mengungkapkan saat ini ada beberapa sektor yang perlu diberi perhatian khusus agar terjangkau dengan kemampuan digital, misalnya, transportasi, pariwisata, pertanian, kesehatan dan pendidikan.

“Kita masuk per sektoral, apa yang dibutuhkan oleh sektor itu sehingga bisa bertransformasi ke digital. Kita harus pahami problem apa yang mereka hadapi, proses bisnis apa yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Ketua Umum APJII Jamalul Izza
Ketua Umum APJII Jamalul Izza

Ketua Umum APJII Jamalul Izza mengatakan “Startup Grand Prix merupakan event untuk mengajak para pemilik Apps untuk bergabung dalam Liga Digital Indonesia yang telah diselenggarakan APJII selama 2 tahun terakhir”. “Sosialisasi Liga akan dilaksanakan di setiap wilayah penyelenggaraan Startup Grand Prix dengan dukungan para pengurus wilayah APJII”, lanjut Jamalul Izza.

Ketua Umum MASTEL Kristiono
Ketua Umum MASTEL Kristiono

Ketua Umum MASTEL Kristiono berharap Startup yang tengah merintis dapat terus memvalidasi produknya ke market dan melakukan monetisasi secara cepat. “Startup Grand Prix dimaksudkan agar para Startup termotivasi untuk ngebut, seperti di balapan, disamping program ini juga beririsan dengan pilar local related content dalam Digital Inclusion yang dicanangkan MASTEL, APJII dan ATSI”.

Grand Prix Day Wilayah Jabodetabek & Banten dan CGK Airport Code Race

Jabodetabek dan Banten adalah wilayah yang pertama kali diselenggarakan Startup Grand Prix, dan berhasil menggaet PT. Angkasa Pura 2 (Persero) sebagai partner dalam proposition and challenge untuk kategori Hackathon yang diberi nama CGK Airport Code Race.

Direktur Angkasa Pura 2 Muhammad Awaluddin
Direktur Angkasa Pura 2 Muhammad Awaluddin

Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan, sebagai pengelola 13 Bandar Udara di Indonesia, dibutuhkan aplikasi-aplikasi untuk meningkatkan kepuasan serta pengalaman bagi pengguna jasa bandara.

“CGK Airport Code Race diadakan agar AP II mendapatkan solusi dan masukan mengenai beberapa permasalahan serta kendala terkait sektor kebandarudaraan, khususnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai bandara tersibuk di Indonesia, dari perspektif yang berbeda dari biasanya selama ini yakni melalui pendekatan teknologi informasi (TI),” jelasnya.

Rangkaian kegiatan untuk wilayah Jabodetabek dan Banten telah dimulai dari pembukaan pendaftaran pada tanggal 22 Juni 2017, pre Hackathon/Warming up Class pada tanggal 23 Juli 2017, tur eksklusif khusus peserta CGK Airport Code Race ke Bandara Internasional Soekarno Hatta pada tanggal 5 Agustus 2017, dan terakhir yang dilaksanakan pada hari ini (13/8) yang merupakan sesi Grand Prix Day (penjurian).

Total peserta Grand Prix Day wilayah Jabodetabek dan Banten berjumlah 57 tim dimana 40 tim berasal dari kategori CGK Airport Code Race (Hackathon) dan 17 tim berasal dari kategori Pitching Apps. Setiap tim minimal beranggotakan 3 orang dan anggota tim juga tidak dibatasi hanya untuk yang berprofesi sebagai pengembang aplikasi saja. Dalam penjurian, peserta mendapat kesempatan 8-10 menit untuk mempresentasikan karya timnya di hadapan Juri.

Arki Rifazka
Arki Rifazka, Project Director Startup Grand Prix

Terkait jumlah peserta yang mencapai 57 tim, Project Director Startup Grand Prix Arki Rifazka mengungkapkan kekagumannya atas antusiasme rekan-rekan yang mendaftar sebagai peserta di wilayah Jabodetabek dan Banten dan sekaligus berharap akan mendapatkan tanggapan yang tidak kalah banyaknya di 7 wilayah berikutnya. “Kami sangat kagum dengan antusiasme di wilayah Jabodetabek dan Banten”, ungkap Arki.

Dalam opening Grand Prix Day wilayah Jabodetabek & Banten juga diselenggarakan Diskusi Panel “Bentuk Sinergi, Kerjasama dan Gotong Royong dalam Membangun Ekosistem Pengembangan Startup dan Talent Digital” bersama Narasumber Direktur Fasilitas Infrastruktur TIK Muhammad Neil El Himam, Direktur Bisnis dan Pemasaran SMESCO Bagus Rachman, Ketua Umum Koperasi Digital Indonesia Mandiri Henri Kasyfi Soemartono dan Arief Musta’in EGM Divisi Digital Service PT Telkom.

Produk (Apps) Pemenang Wilayah Jabodetabek & Banten

Apps Pemenang Wilayah dinilai berdasarkan aspek problem solution, impact, disruption dan monetizing

  1. Urutan 1: GetCrew (Aplikasi yang mempertemukan employer dan freelance job seekers)
  2. Urutan 2: Byurbyur (Platform informasi berenang)
  3. Urutan 3: Hello Guide (Aplikasi Pemandu Pariwisata untuk Tour and Travelling)
  4. Urutan 4: Cozora (Platform online class) dan ewaste (Aplikasi Bank Sampah)

Pemenang CGK Airport Code Race

Penilaian CGK Airport Code Race merujuk pada aspek problem solution, impact, customer journey dan ketersediaan prototype aplikasi yang ditawarkan oleh masing-masing peserta.

  1. Juara 1: Handaru Sakti, Luthfi Hariz, Samad, Rahmat Rasyidi, Hendra Pria Utama, Irwan Cannady (Tim The Portal)
  2. Juara 2: Guntur Putra Pratama, Dwi Yoga Wibawa, Arga Putra Panatagama (Tim Dreamous ID)
  3. Juara 3: Imam Rachmadi, Nur Faizah, Rahman Fad, Rendy Hananta, Dimastri Mayco, Elbert Valdian (Tim Flyer Apps)

Komposisi Dewan Juri

1. Apps Pitching:

Tim Juri Apps

a. Tyo Guritno (CEO & Co-founder Inspigo.id)
b. Hugo Diba (CEO & Founder Kumparan)

2. CGK Airport Code Race

Dewan Juri

a. Yosrizal Syamsuri (Chief Probis Digital Airport Angkasa Pura 2)
b. Teguh Prasetya (Ketua Bidang Kebijakan Strategis MASTEL)
c. Alexander Zulkarnaen (Traveller & Brand Consultant)
d. Ari Priyatna (Probis Digital Airport Angkasa Pura 2)

Sebagai informasi, pendaftaran Startup Grand Prix road to Liga Digital Indonesia sudah dibuka untuk wilayah di luar Jabodetabek dan Banten. Masyarakat dapat mengakses website startupgp.id untuk berpartisipasi sebagai peserta dan memilih wilayah penyelenggaraan yang ingin diikuti pada saat mendaftarkan timnya.

Pada Startup Grand Prix road to Liga Digital di wilayah Jabodetabek dan Banten, MASTEL, APJII dan Digicoop bekerjasama dengan PT. Angkasa Pura 2 (Persero), PT. Telkom Indonesia, Indigo Creative Nation, Indotelko, recap.id dan teknopreneur. Dukungan dari pemerintahan berasal dari Kemkominfo, Galeri Indonesia WOW Kemenkop UKM dan BEKRAF RI.(ar)