Pengembangan Teknologi Internet Berbasis Cahaya Capai Tahap Uji

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Sebuah teknologi baru sedang dikembangkan oleh para peneliti dari Facebook Connectivity Lab, dimana pada masa mendatang akan dapat membuat komunikasi nirkabel menggunakan cahaya yang dapat diterapkan ada pemakaian sehari-hari.

Dengan teknologi nirkabel berbasis cahaya ini diharapkan bisa memberikan akses koneksi internet cepat selain nirkabel optik sehingga dapat menyediakan layanan internet untuk wilayah-wilayah terpencil atau remote. Seperti yang di lansir dari detikINET.

“Masih ada banyak orang yang belum terkoneksi ke internet karena infrastuktur komunikasi wireless tidak tersedia di tempat mereka tinggal. Sebagian besar di daerah pedesaan,” ujar Tobias Tiecke selaku pemimpin penelitian.

Teknologi ini memang direncanakan oleh Facebook untuk mendistribusikan akses internet melalui drone. Dengan menggunakan transmisi laser dan beberapa pendeteksi cahaya, drone akan mampu melakukan transfer data antara sesame drone dan juga dengan stasiun pemancar di darat. Di dalam ruangan pendeteksi tersebut akan mampu memberikan kecepatan akses tinggi kepada perangkat mobile.

Kebanyakan orang menyebut teknologi baru ini dengan LiFi. Kalau WiFi memakai teknologi sinyal radio, maka LiFi memakai teknologi cahaya dalam melakukan transfer data ataupun komunikasi.

Walaupun demikian masih ada kelemahan pada teknologi baru ini, yaitu cahaya tidak dapat menembus dinding, disamping itu ada penambahan biaya karena lampu harus terus menyala.

Namun, dengan adanya keterbatasan tersebut, malah membuat teknologi ini aman, karena transmisi data yang dipancarkan hanya akan berada di lokasi tertentu saja. Teknologi ini bisa saja dijadikan sebagai sebuah pilihan lain untuk sebuah akses point, dan di masa mendatang tentunya akan menjadi sebuah pelengkap dari koneksi yang ada sekarang.

Lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh serat optik dan membutuhkan biaya besar atau lokasi sulit untuk membangun menara transmitter, maka akan dapat menggunakan akses internet berbasis cahaya ini. Masalah kecepatan pun dijanjikan mampu melebihi kecepatan WiFi konvesional, yaitu bisa mencapai 100 kali lebih cepat, atau mampu mencapai kecepatan hingga 1 Gbps.