Kaca Mata Pintar Ini Dikontrol Dengan Hidung

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Menggunakan ponsel dan jam tangan pintar ketika sedang berbicara dengan seseorang dianggap tidak sopan. Oleh karena itulah, sekelompok peneliti berhasil mengembangkan sebuah kaca mata pintar yang dapat di kontrol dengan hidung untuk menolak panggilan telepon, menghentikan video atau merubah track lagu hanya dengan menggaruk hidung.

Seperti dilansir dari The Verge kaca mata pintar tersebut masih sebatas prototipe. Desain kaca untuk kaca mata pintar merupakan bagian dari eksperimen yang dilakukan oleh para peniliti yang berasal dari berbagai perguruan tinggi yaitu Universitas KAIST di Korea Selatan, Universitas St. Andrew di Skotlandia dan Institute Teknologi Georgia di Atlanta. Tujuannya adalah menghadirkan “wearable computer” yang ketika digunakan tidak menarik perhatian orang.

Teknologi itu bisa berfungsi dengan adanya EOG (electrooculography) sensor yang dipasang pada bagian penyanggah kaca mata di hidung. Sensor itu akan mengukur potensi listrik yang timbul dari area sekitarnya. Biasanya jenis sensor seperti ini digunakan untuk merekam aktifitas mata untuk para dokter. Namun akhirnya digunakan juga di industri perfilman sebagai cara untuk membuat gerakan mata yang realistis dalam CGI.

Pada kaca mata pintar ini, sensor tersebut tidak digunakan untuk merekam gerakan mata, tetapi dilatih untuk merekam gerakan yang terjadi pada sekitar hidung. Ketika pengguna menyentuhnya dengan cara yang berbeda, maka akan menimbulkan potensi listrik pada organ hidung dan para peneliti berhasil mengindentifikasi tanda – tanda khusus dari gerakan yang berbeda. Misalnya seperti menjentikkan dan mendorong hidung ke kiri dan ke kanan dan menggaruk bagian bawah hidung.

Kaca Mata Pintar Ini Dikontrol Dengan Hidung

Seorang peneliti bernama Hui-Shyong Yeo menjelaskan bahwa sistem yang mereka buat diberi nama ItchyNose (Hidung Gatal), dapat digunakan untuk mengurangi faktor kecanggungan sosial ketika menggunakan “wearable computer’. Seperti halnya kaca mata pintar buatan Google, pengontrolannya menggunakan kontrol yang terletak pada bingkai kaca mata.

Yeo juga menjelaskan kepada The Verge, apabila pengguna sedang dalam sebuah rapat dan menerima pesan penting, maka ia akan dapat memeriksanya dan menutupnya tanpa menarik perhatian peserta rapat ketika sedang berinteraksi dengan kaca mata pintarnya.

Walaupun demikian, masih banyak keterbatasan pada sistem tersebut. Misalnya saja, sebuah gerakan pada dasarnya bukanlah alat kontrol yang akurat. Tantangan lain yang dihadapi adalah bagaimana membedakan antara sebuah garukan yang dilakukan dengan sengaja dan tidak sengaja. Karena ini tentunya akan mempengaruhi kontrol pada kaca mata pintar tersebut.

Untuk itulah sebuah latihan dilakukan terhadap sistem agar dapat beradaptasi dengan perilaku dari masing – masing pengguna.(hh)

Sumber