Kaspersky Lab Luncurkan Anti Virus Gratis

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Kaspersky Lab perusahaan keamanan dan anti virus yang berbasis di Moscow telah mengumumkan peluncuran anti virus versi gratisnya. Peluncuran produk dilakukan setelah sebelumnya mereka dicurigai oleh pemerintah Amerika Serikat mengenai adanya pengaruh pemerintah Rusia pada perusahaan tersebut.

Seperti disampaikan oleh Eugene Kaspersky di dalam blognya (http://bit.ly/2w1OVTm), anti virus Kasperksy versi gratis langsung tersedia di Amerika, Kanada dan sejumlah negara di Asia Pasifik dan dalam beberapa bulan mendatang di negara – negara lainnya.

Eugene Kaspersky menjelaskan bahwa diluncurkannya versi gratis bukan untuk menggantikan versi berbayar, karena fitur yang tersedia pada versi gratis hanya terbatas untuk proteksi email, internet dan pembaharuan otomatis. Namun, diharapkan melalui versi gratis ini para pengguna dapat membantu Kapersky Lab meningkat kemampuan anti virusnya.

Pengembangan versi gratis ini membutuhkan waktu 18 bulan, tahap pengembangan termasuk melakukan uji coba di beberapa pasar termasuk Rusia, Ukrania, Cina dan negara – negara di Skandinavia.

Seperti dilansir dari Reuters, Kaspersky Lab di dirikan pada tahun 1997 dan berkembang menjadi salah satu perusahaan anti virus terkemuka di era 2000-an. Tetapi Kaspersky telah bertahun – tahun dicurigai mengenai keterkaitannya dengan pihak Layanan Keamanan Federal Rusia (FSB = Federal Security Service)

Adanya kekhawatiran Amerika baru-baru ini akibat hubungan kedua negara yang memburuk karena aksi yang dilakukan Rusia menginvasi Krimea yang terletak di semenanjung Ukrania antara laut Azov dan laut Hitam. Selain itu adanya dugaan dari pihak Lembaga Intelijen Amerika yang telah menyatakan bahwa adanya aksi peretasan yang dilakukan Rusia pada pemilihan presiden di tahun 2016.

Moskow telah menyangkal tuduhan peretasan tersebut dan Kapersky telah berulang kali menyangkal bahwa tidak ada hubungan dengan pemerintah manapun, dengan mengatakan tuduhan tersebut tidak didukung bukti yang cukup.

Bulan lalu sejumlah agen FBI telah melakukan kunjungan ke rumah – rumah karyawan Kaspersky sebagai bagian dari Kontra intelijen dan pihak administrasi Trump telah mengambil langkah dengan menghapus Kaspersky dari daftar pendagang yang disetujui untuk menjual produk teknologi ke kantor – kantor pemerintahan. Selain itu, telah dibuat konsep undang – undang yang tidak mengijinkan departemen pertahanan menggunakan produk – produk dari Kaspersky.

Pihak Kaspersky mengatakan bahwa pendapatan yang diperoleh kebanyakan berasal dari penjualan anti virus langsung ke pengguna dan perusahaan – perusahaan kecil. Pada tahun 2014 mereka mendapatkan pemasukan sebesar 164 juta dolar Amerika dan pada tahun 2016 sekitar 156 juta dolar Amerika, yang terlihat menurun.

Bagi yang ingin mencoba anti virus gratis besutan Kaspersky Lab dapat mengunduhnya langsung dari website perusahaan tersebut.(hh)