Kebijakan dan Regulasi Menuju Industri Satelit yang Berdaya Saing

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) bekerja sama dengan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) telah menyelenggarakan Focus Group Discussion dengan topik “Kebijakan dan Regulasi Menuju Industri Satelit yang Berdaya Saing”, pada tanggal 24 Nopember 2017 di Mercantile Athletic Club lt. 18. World Trade Center Jakarta.

Tujuan penyelenggaraan acara ini adalah untuk memberikan masukan kepada pemerintah terkait dengan revisi PM satelit mengenai efisiensi dan efektifitas pengelolaan satelit nasional untuk mendukung terwujudnya Rencana Pitalebar Indonesia.

Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Ditjen PPI) Ahmad M. Ramli selaku Ketua BRTI, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail selaku Wakil Ketua BRTI dan wakil dari industri terkait.

Dalam sambutan, Ketua Umum MASTEL, Kristiono bahwa dengan keadaan geografis yang dimiliki oleh Indonesia, maka satelit sangat dibutuhkan. Disamping adanya kebutuhan yang juga sangat besar. Namun, hal perlu dilihat lebih jauh, karena kebutuhan saat ini tentunya akan berbeda dengan kebutuhan di masa mendatang. Serta kita harus melihat kedepannya posisi industri, jangan sampai nantinya menimbulkan persaingan yang tidak baik antara industri satelit.

Sementara itu, Ditjen PPI Ahmad M. Ramli juga menyampaikan bahwa masalah mengenai satelit ini sudah menjadi salah satu perhatian di BP3TI. Disamping itu pemerintah juga selalu mengamati hambatan yang dihadapi oleh industri satelit.

Satelit merupakan instrumen penting yang nanti akan membantu memberikan keleluasan dalam pengembangan infrastruktur jaringan. Karena tidak semua wilayah di Indonesia ini dapat dijangkau dengan kabel. Selain itu pemerintah juga melihat adanya keunggulan – keunggulan menjadikan satelit salah satu pilihan.

Acara Forum Group Disussion tersebut digelar dua sesi. Sesi Pertama para pelaku industri satelit menyampaikan paparan – paparan atau pendapat mengenai kondisi satelit di Indonesia dan regulasinya.

Sementara pada sesi kedua, diadakan tanya jawab yang dimoderatori oleh Kanaka Hidayat dari MASTEL. Pada sesi kedua ini sejumlah masukan ataupun tanggapan terhadap paparan di sesi pertama disampaikan.

Dari hasil forum group dicussion ini selanjutnya akan dibuat tim kecil atau working group. Dimana tim ini akan menyusun masukan yang akan diajukan kepada pemerintah.(hh)