Cyber Crime, Akibatkan Kerugian USD 150 Miliar per Tahun

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Menurut hasil temuan Norton Cybersecurity Insight Report, rata-rata pengguna dunia cyber kehilangan hampir US$358 per orang atau sekitar total US$150 miliar akibat cyber crime per tahun. Kebanyakan dari pengguna tersebut, mereka terlalu percaya diri dengan perilaku keamanan online mereka. Hasil yang didapat dari studi yang dilakukan di 17 negara itu memberikan kenyataan pahit dari cyber crime dan efek yang dihasilkannya.

Laporan ini menemukan bahwa secara global, 62% konsumen percaya bahwa informasi kartu kredit mereka dicuri secara online, dan 38% sisanya berpikir bahwa mereka kehilangan informasi kartu kredit dari wallets mereka. Selait kedua hal tersebut, sebanyak 47% melaporkan bahwa mereka terkena dampak langsung dari cyber crime ini.

Menurut Vice President Norton Consumer and Small Business Asia Pasifik & Japan, Gavin Lowth dalam pernyataannya pada siaran pers, “Kepercayaan konsumen terguncang pada tahun 2014, ketika terjadi pelanggaran besar yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mengekspos identitas jutaan orang yang hanya melakukan pembelian rutin dari retailer yang sudah dikenal,”. Menurut Lowth, hasil temuan ini menunjukkan bahwa berita tentang hal tersebut menggoyahkan kepercayaan masyarakat dalam beraktivitas secara online. Namun, ancaman cyber crime ini belum mendorong adanya upaya perlindungan sederhana yang harus dilakukan orang untuk melindungi informasi mereka secara online.

Wifi Publik Rentan Cyber Crime

Pengguna saat ini terlalu percaya diri dengan pengetahuan yang dimilikinya tentang keamanan online, sebagian besar dari mereka tidak melakukan tindakan yang bisa dibilang dasar dalam hal keamanan online seperti penggunaan password. Menurut survei yang dilakukan Norton, korban dari kejahatan ini rata-rata kehilangan waktu 21 jam karena berurusan dengan dampak dari cyber crime ini. rata-rata pengguna yang menjadi partisipan survei tersebut mengatakan bahwa dengan menggunakan Wi-Fi publik akan lebih berisiko terkena kejahatan ini.

Dengan menggunakan password yang unik, menghapus email dari pengirim yang tidak dikenal, dan tidak mengakses halaman/lampiran di email yang mencurigakan tersebut, Anda dapat meminimalkan kemungkinan terkena kejahatan yang dapat merugikan Anda serta dapat membahayakan data pribadi Anda. [MFHP]