Ketua Umum MASTEL : Digital Inclusion Merupakan Pondasi Yang Harus Menjadi Tema Nasional

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) hari ini, Rabu, 30 November 2016, menyelenggarakan Rapat Kerja Terbatas dengan tema “Digital Inclusion For a Better National Development”, di Ball Room Telkomsel, Telkomsel Smart Office, Jl. Jend. Gatot Subroto, Kav. 25, Jakarta Selatan

Tujuan penyelenggaraan acara ini adalah untuk menyusun satu program kerja yang lebih bersifat kolaborasi antara Mastel dengan seluruh anggota asosiasi. Kegiatan Rapat Kerja Terbatas kali ini di hadiri oleh Asosiasi dan anggota terpilih yang bidang industrinya sesuai dengan tema yang akan dibahas.

Pada sambutan pembukaannya Ketua Umum MASTEL Kristiono menjelaskan mengenai hubungannya antara Digital Inclusion dan pertumbuhan ekonomi. Dimana 10 persen pertumbuhan broadband akan memberikan kontribusi sebesar 1 hingga 1,3 persen bagi pertumbuhan ekonomi. Nilai itu tidak akan selalu sama dan akan berubah seiring kondisi yang membantu membentuk hubungan antara pertumbuhan broadband dan pertumbuhan ekonomi.

Pada kesempatan itu Kristion juga menyampaikan hasil riset yang dilakukan di Inggris. Dimana pemerintah Inggris telah mengeluarkan dana sebesar 107 miliar pound sterling atau lebih dari 1,8 trilun rupiah setiap tahunnya. Dimana dana tersebut digunakan untuk membangun Digital Inclusion yang mulai dibangun pada tahun 2011 dan ditarget pada tahun 2020 Digital Inclusion sudah terjadi di seluruh Inggris. Hal tersebut dilakukan karena pemerintahnya yakin bahwa digital inclusion itu bagian dari upaya untuk memajukan masa depan sebuah peradaban.

“Dari hasil riset tersebut meyakin kita bahwa digital inclusion adalah sebuah pondasi yang harus menjadi sebuah tema nasional. Kita terlalu sering denger financial inclusion, tapi kita lupa financial inclusion merupakan langkah selanjutnya dari digital inclusion,” ujar Kristiono.

Sementara dari sisi definisi digital inclusion banyak ragam penjelasannya, tapi secara sederhana ialah sebuah cara untuk memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk memiliki dan mempunyai akses internet serta memiliki kemampuan untuk mendapatkan akses internet dan yang terpenting adalah kemudian bisa memperoleh benefit akses internet yang digunakannya, baik itu benefit secara sosial ataupun ekonomi. (hh)