Ketua Umum Mengajar di Program S2 Manajemen Telekomunikasi FTUI

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Pada hari Selasa (17/11/2015), Ketua Umum Masyarakat Telematika (MASTEL) mengajar sebagai dosen tamu di Program S2 Manajemen Telekomunikasi FTUI. Beliau memberikan bahan perkuliahan “ICT Development in Indonesia”. Dihadiri oleh 15 mahasiswa yang juga merupakan dari anak didik dari dosen Djamhari Sirait ini menyimak dengan baik apa yang dibagikan oleh Kristiono selaku Ketua Umum MASTEL itu. Dimulai dengan membahas pengguna internet di Indonesia yang saat ini sudah mencapai 88,1 juta pengguna atau 34% dari populasi Indonesia saat ini serta 74 juta pengguna internet tersebut mengakses sosial media seperti Facebook (69 juta pengguna), twitter (50 juta pengguna), dan sebagainya. Berdasarkan bahan kuliah yang dibagikan, jika dirata-ratakan pengguna yang mengakses internet dengan menggunakan ponsel genggam saat ini menghabiskan waktunya sebanyak 3 jam/hari sedangkan pengguna yang mengakses sosial media menghabiskan waktunya sebanyak 2 jam 52 menit/hari. Pengguna ponsel genggam di Indonesia sendiri saat ini mencapai 308,2 juta pengguna atau 121% dari populasi yang ada saat ini dimana 63,4 juta pengguna tersebut menggunakan smartphone.

Dalam kuliah ini pula disebutkan bahwa pendapatan yang diraih pada bidang industri seluler terus meningkat setiap tahunnya, sehingga dengan adanya hal ini, diprediksi pendapatan yang akan diraih pada industri seluler ini akan mencapai Rp. 140 T pada 2020 mendatang. Untuk lebih meningkatkan kualitas serta pertumbuhan ekonomi pada bidang ICT di Indonesia, terdapat tantangan yang harus dipenuhi agar menciptakan industri ICT yang baik, seperti:

  1. Master Plan ICT di Indonesia
    – Kurangnya ekosistem broadband di Indonesia
  2. menyelesaikan infrastruktur yang “macet” di industri ini, seperti:
    – Kompetisi pasar yang sehat
    – Peraturan yang mendukung industri ICT
    – Kerja sama pemerintah dengan swasta
    – Kebijakan pada aturan Spectrum (Neutral technology, Spectrum re-farming,   Digital dividend, White spectrum/unlicensed spectrum)
    – Sharing infrastruktur
  3. Kesenjangan di bidang digital
  4. lingkungan peraturan
    – Mendirikan badan yang bersifat independen untuk menjadi tumpuan
    – HKI (Hak Kekayaan Intelektual)
    – Keamanan cyber, data privasi dan internet yang lebih aman
  5. Membangun industri upstream dan downstream
    – Teknologi yang mendukung kegiatan di sekolah teknik
    – Membina industri kreatif seperti media, e-services, dan aplikasi digital
  6. Meningkatkan jumlah SDM di bidang ICT
    – Kekurangan 9 juta SDM terampil yang diperkirakan sampai 2030
  7. pengadopsian ICT oleh UKM
    – Saat ini di Indonesia sudah terdapat 55 juta UKM dengan 108 pegawai
    – Dengan GDP per pegawai mencapai Rp. 1,9 juta sampai Rp. 48 juta
  8. Bidang ICT yang mendukung beberapa sektor utama yang ada, seperti :
    – Transportasi
    – Industri pertanian
    – Kesehatan
    – Pendidikan
  9. Industri layanan di bidang ICT
    – Akses internet
    – Layanan perbankan
  10. Meningkatkan kualitas dan efisiensi di sektor pelayanan publik
    – E-Government

Dalam presentasi tentang perkembangan ICT di Indonesia juga disebutkan bahwa masa depan industri di bidang ICT ini juga dipengaruhi oleh 2 hal yaitu perkembangan teknologi dan globalisasi yang akan mempengaruhi 4 hal yaitu, gaya pelayanan yang baru, industri yang baru, model bisnis yang baru, dan perundang-undangan yang baru, yang akan mengubah masyarakat kita menjadi lebih modern, dengan kata lain masyarakat yang mengerti akan ICT. Terdapat isu-isu penting di bidang ICT sekarang ini yang diprediksi akan muncul pada tahun 2020, diantaranya adalah:

  1. Pengaksesan informasi dengan mudah dan cepat yang dibutuhkan oleh penguuna karena hampir semua informasi yang ingin diketahui, sudah dapat dilihat atau diakses di internet.
  2. Infrastruktur informasi global yang dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan di bidang teknologi informasi dan jasa telekomunikasi untuk kedepannya.
  3. Terhubung dengan lebih baik pada dunia dengan menggunakan teknologi broadband.
  4. Menghubungkan antar sesama dengan peningkatan teknologi mobile.
  5. Pemanfaatan bidang ICT dengan lebih bijak dan bertanggung jawab untuk ke depannya.
  6. Memperluas manfaat dari konektivitas internet secara terus menerus.

Perkembangan di bidang ICT khususnya di Indonesia diharapkan kedepannya tidak hanya sebatas “smart ICT” saja tetapi harus meningkat menjadi ICT yang aman dan nyaman bagi penggunanya. Aman dan nyaman dalam artian data penting dari pengguna terjaga dengan baik, keamanan jaringan yang semakin bagus, teknologi yang memudahkan penggunanya dan dapat diandalkan, serta keterbukaan informasi yang dibutuhkan.
Dalam membangun serta meningkatkan industri ICT khususnya Telko-konvergen, dibutuhkan suatu struktur bisnis yang benar agar nantinya industri ini berkembang dengan lebih baik. Struktur bisnis tersebut adalah:

  1. Industri Kreatif TIK
  2. Penyelenggaraan Jasa TIK
  3. Penyelenggaraan Jaringan TIK
  4. Fasilitas Pendukung (vital)
  5. Penyedia CPE

[MFHP]