Khairul Anshar: Aplikasi Jadi Solusi Alternatif Melawan Maraknya Berita Hoax

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Maraknya berita hoax yang beredar akhir-akhir ini membuat Netizen turun tangan melawan penyebaran berita oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Gerakan Turn Back Hoax merupakan salah satu inisiatif yang kini tengah disuarakan untuk menghalau peredaran Hoax di jagat internet Indonesia yang semakin meresahkan dan tak terbendung.

Hal ini lah yang melatar belakangi Abu Muhammad Al-Jawy dan rekan-rekan dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia membuat Facebook Page Indonesian Hoaxes dan grup Facebook Forum Anti Fitnah, Hasut dan Hoax. Kedua forum tersebut dimaksudkan sebagai wadah klarifikasi berita Hoax melalui mekanisme crowdsourcing diantara para anggota group. Tujuannya agar Netizen memiliki tempat untuk bertanya dan memperoleh jawaban atas info yang dicurigai sebagai Hoax.

Sebagai bentuk upaya membantu memerangi hoax yang dipelopori Jawy dan kawan-kawan, Khairul Anshar pun menggagas pengembangan aplikasi Turn Back Hoax. Ia bersama relawan programmer lainnya gotong-royong mengembangkan aplikasi Turn Back Hoax sebagai alternatif solusi menangani hoax. Tujuan pengembangan aplikasi tersebut adalah membangun basis data informasi Hoax. Karena mereka meyakini dengan adanya basis data hoax, mereka akan cukup memiliki dasar dalam membuat analisis penyebaran hoax.

Sebagaimana diketahui, setiap hari ditemukan berita-berita bohong atau hoax. Masyarakat tak jarang dibuat kerepotan apabila hendak melakukan pengecekan kebenaran atas informasi yang mereka terima. Padahal sangat mungkin orang lain sudah pernah melakukan pengecekan dan menemukan jawaban atas informasi yang tengah dicek kebenarannya.

Kerepotan yang dirasakan masyarakat ini, diharapkan dapat berkurang suatu saat bila basis data Hoax terus diperbarui dan tersedia bagi publik. Dengan adanya basis data, masyarakat juga bisa bekerja sama untuk mencari bukti sebuah hoax dan dikumpulkan dalam suatu repository bersama. “Jadi dengan terkumpulnya semua data di satu tempat, kita akan dapat menggunakannya untuk berbagai macam keperluan analisis”, terang alumni Fisika ITB angkatan 1998 ini. Kedepannya Khairul Anshar mengharapkan dukungan dan kerjasama dari para data scientist yang sudah berpengalaman untuk menganalisis dan mengolah basis data hoax menjadi terstruktur. Dengan demikian akan diperoleh cara atau langkah-langkah yang efektif guna melawan orang-orang yang menyebarkan hoax.

Mengenai inisiatif MASTEL berpartisipasi dalam gerakan turn back hoax, Khairul menyampaikan gerakan ini sangat membutuhkan partisipasi dari berbagai organisasi, komunitas dan individu.

Sebagaimana diketahui, pada 29 Desember 2016 lalu, MASTEL mengumumkan bahwa aplikasi MASTEL Mobile dapat digunakan untuk melaporkan Hoax.

MASTEL Mobile on App Store
https://itunes.apple.com/us/app/mastel-indonesia/id1183344146?mt=8

MASTEL – Android Apps on Google Play
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bikinapp.apps.appMastelIndonesia&hl=en
(AR)