Komponen Baru Ini Tingkatkan Kecepatan Pengisian Baterai

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Para ilmuwan telah menemukan sebuah komponen baru yang dapat membantu meningkat kecepatan prose pengisian ulang baterai. Sehingga mengisi baterai smartphone hanya memerlukan hitungan menit. Selain itu akan membantu mempercepat penerapan teknologi pada mobil listrik dan energi matahari.

Kecepatan pengisian baterai sebagian tergantung pada tingkat partikel bermuatan positif yang disebut ion lithium yang dapat bergerak menuju elektroda bermuatan negatif di mana mereka kemudian disimpan. Faktor pembatas dalam membuat baterai “super” yang mampu melakukan pengisian dengan cepat adalah dikarenakan kecepatan di mana ion-ion lithium bermigrasi, biasanya melalui material keramik.

Salah satu solusi potensial adalah membuat semuanya jauh lebih kecil, dengan membuat baterai dengan nanopartikel. Tapi nanopartikel mahal dan sulit dibuat sehingga para ilmuwan mencari bahan alternatif untuk menghindari masalah ini.

Para peneliti dari Universitas Cambridge telah mengidentifikasi komponen yang disebut niobium tungsten oksida di mana ion lithium dapat bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi, sehingga proses pengisian baterai menjadi lebih cepat.

Dalam penjelasannya kepada The Guardian, Kent Griffith, penulis pertama pada studi yang dipublikasikan di Jurnal Nature tersebut mengatakan bahwa niobium tungsten oksida pada dasarnya berbeda. Pertama kali komponen ini ditemukan pada tahun 1965, bahan-bahan ini memiliki struktur yang kaku dan terbuka serta memiliki ukuran partikel yang lebih besar daripada kebanyakan komponen yang biasa digunakan dalam baterai.

Untuk mengukur pergerakan ion-ion lithium melalui bahan-bahan yang tidak umum ini, para peneliti menggunakan teknologi yang sama dengan yang digunakan pada pemindai MRI. Mereka menemukan bahwa ion lithium bergerak melalui bahan uji mereka ratusan kali lebih cepat daripada yang mereka lakukan melalui bahan elektroda keramik yang khusus.

Kent menjelaskan bahwa oksida ini mudah dibuat dan tidak memerlukan bahan kimia atau pelarut tambahan, Keuntungan lain dari komponen alternatif ini adalah mereka murah dan mudah dibuat.

Sementara itu Clare Gray, profesor kimia di Universitas Cambridge dan juga penulis senior di tulisan tersebut, mengatakan bahwa langkah berikutnya adalah mengoptimalkan penggunaan bahan ini dalam baterai penuh yang dapat didaur ulang untuk waktu cukup lama, seperti yang diperlukan pada kendaraan listrik.(hh)

Sumber