Koneksi Wi-Fi di Seluruh Dunia Dalam Bahaya

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Sebuah celah keamanan pada perangkat Wi-Fi baru saja ditemukan. Celah keamanan ini membuat koneksi Wi-Fi baik di perusahaan dan perumahan di seluruh dunia dalam bahaya.

Kelemahan keamanan tersebut terkait pada sistem otentikasi yang banyak digunakan untuk mengamankan koneksi nirkabel.

Kerentanan pada koneksi Wi-Fi tersebut ditemukan oleh seorang peneliti asal Belgia, Mathy Vanhoef yang bekerja di Universitas KE Leuven. Ia menjuluki kelemahan keamanan tersebut dengan nama Krack.

Pada tulisannya ia menjelaskan bahwa permasalahan tersebut berpusat pada sistem pembuat angka acak yang dikenal dengan ‘nonce’ (sebuah angka yang dapat digunakan hanya sekali). Dimana ini dapat digunakan oleh para peretas untuk masuk kedalam jaringan dan memata – matai data yang sedang dikirim.

“Semua jaringan Wi-Fi yang terproteksi menggunakan empat cara untuk membuat kunci pada setiap sesi yang baru. Selama 14 tahun empat cara yang digunakan ini bebas dari serangan,” tulisnya untuk menggambarkan Krack (key reinstallation attacks).

“Setiap perangkat wi-fi rentan terhadap beberapa versi serangan. Serangan tersebut sangat berbahaya pada Android 6.0 karena bisa memaksa klien untuk menggunakan kunci enkripsi nol yang dapat diprediksi,” lanjutnya.

Para peneliti juga mengatakan kelemahan keamanan tersebut membuat semua koneksi nirkabel dalam bahaya sampai mereka diperbaiki, khususnya pada Android versi 6.0 keatas dan Linux.

Juru bicara dari Google telah mengatakan bahwa mereka sadar akan permasalahan tersebut dan mereka akan segera membuat perbaikan pada setiap perangkat yang terkena dampaknya mulai minggu depan.
Sementara itu Tim Kesiapan Darurat Komputer Amerika atau Cert telah mengeluarkan peringatan mengenai adanya kelemahan tersebut. Perusahaan teknologi raksasa Microsoft mengatakan mereka telah mengeluarkan pembaharuan untuk keamanannya.

Semua perangkat nirkabel yang ada di pasar saat ini terkena dampak dari Krack karena setiap koneksi WPA2 masih dicurigai. Hal ini sama saja ketika kita menggunakan koneksi nirkable gratis, karena tidak semua koneksi untuk tamu di set up menggunakan WPA2.

Berikut beberapa cara bagi pengguna network untuk menghindari diri dari lingkungan koneksi jaringan yang tidak aman:

Jangan gunakan Wi-Fi, gunakan koneksi kabel jaringan melalui Ethernet atau USB. Dengan cara ini tidak ada trafik radio pada perangkat lain yang bisa melihatnya.

Buat virtual private network atau VPN, jadi kita koneksikan perangkat melalui jalur yang aman di atas jaringan Wi-Fi yang tidak aman.

Pastikan aplikasi dan halaman situs yang kita akses telah terenkripsi menggunakan jalur HTTPS. Dengan adanya enkripsi ini, maka data yang kita kirimkan tidak akan terbaca dan aman.

Untuk lebih detail mengenai Krack dapat ditemukan pada website berikut ini, https://www.krackattacks.com/.(hh)

Sumber