Layar Ponsel Dengan Kemampuan Memperbaiki Diri Sendiri

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Dalam beberapa tahun mendatang, para pembuat ponsel akan mengalami perubahan besar. Baru-baru ini, sekelompok ilmuwan telah berhasil membuat material yang dapat memperbaiki dirinya sendiri, lebih dari sekedar kerusakan akibat terpotong dan goresan saja.

Mengalami kerusakan pada layar ponsel merupakan sebuah mimpi buruk bagi para pemilik ponsel pintar. Mungkin ada terpikir dibenak kita, bahwa mungkin suatu saat ini kita tidak perlu dikhawatirkan oleh kerusakan pada layar ponsel?

Walaupun ini masih sangat jauh dari kenyataan, para peniliti dari Universitas California telah berhasil membawanya menjadi lebih dekat dengan kenyataan. Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Chao Wang telah berhasil mengembangkan sebuah material yang mampu melakukan regenerasi pada strukturnya, sehingga mampu menghilangkan kerusakan yang diakibatkan kebocoran dan goresan-goresan.

“Kami telah melakukan beberapa tes pada material tersebut, bahkan kami juga melakukan evaluasi terhadap kemampuan material tersebut untuk memperbaiki dirinya dari rusak akibat potongan dan goresan yang dalam. Bahkan setelah kedua bagian material itu terputus, dalam waktu 24 jam kedua material tersebut bisa menyatu kembali,” jelas Chao-Wang seperti dilansir dari Business Insider.

Menurut Wang, material baru tersebut mampu memanjangkan dirinya hingga 50 kali, ini karena material tersebut mengandung zat polimer yang fleksibel dan juga senyawa ionik. Memang ini terlihat seperti sebuah sulap, tapi para peneliti menjelaskan bahwa ion dipole fusion yang ada pada material yang membuat molekuk yang terpisah ditarik kembali, sehinga mampu menghilangkan bekas-bekas potongan ataupun goresan.

Kandungan listrik yang ada didalam material pun tidak akan menimbulkan masalah ketika material digunakan sebagai layar sentuh ponsel. Teknik ini yang dikembangkan ini bukanlah sebuah hal yang baru. Pada tahun 2013 LG G Flex telah memiliki material serupa yang digunakannya pada tutup belakang, tetapi tidak dapat digunakan dalam konstruksi layar ponsel.

Seperti dilansir dari Business Insider, Wang juga menjelaskan bahwa layar sentuh bekerja di beberapa layer elektroda ketika jari berinteraksi dengan layar sentuh. Karena itulah sangat penting material tidak menghalangi arus elektron.

Pada tahap pengujian semua berjalan lancar, serta di perkirakan produk akan diluncurkan ke pasaran pada tahun 2020. Para ilmuwan juga yakin polimer bisa digunakan sebagai otot buatan jika mampu bereaksi terhadap impusl listrik.(hh)