Menkominfo Beberkan Rencananya Untuk Tahun 2017

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Menteri Telekomunikasi dan Informatika Rudiantara menyampaikan rencana-rencana yang akan dilakukannya tahun 2017. Seperti pada tahun ini ada tiga hal yang menjadi fokus utama yaitu telekomunikasi, penyiaran dan internet. Hal tersebut disampaikannya di acara ulang tahun MASTEL ke 23, di Hotel Borobudur, Jakarta.

Koneksi fixed broadband di Indonesia masih tertinggal dibanding negara-negara lain di Asia Tenggara. Untuk itulah perlu ada upaya yang dilakukan untuk menyusul negara-negara lain tersebut. Jadi tahun depan permasalahan koneksi fixed broadband akan mendapatkan perhatian lebih.

“Jika melihat ICT Index, posisi Indonesia jauh di bawah Vietnam dan Filipina. Salah satu indikator adalah fixed broadband. Karena itu saya mengajak makin teman-teman ayo cari lagi fixed broadband,” katanya seperti dikutip dari detik INET.

“Ada teknologi yang tidak sepenuhnya fiber to the home, tapi akses sudah mencapai 103 bit per rumah. Saya tidak tahu apa ini bisa dimanfaatkan,” imbuh Menkominfo.

“Intinya pemerintah akan terus mendorong broadband. Tidak ada istilah back off dari broadband,” tambahnya.

Pada saat ini ada sekitar 300 kota kabupaten yang telah terjangkau oleh konkesi 4G LTE. Sementara jumlah itu hanya 60 persen dari total 514 kota dan kabupaten di Tanah Air. Untuk backbone yang tersedia ada sekitar 400 kota dan kabupaten atau 80 persennya.

“Palapa Ring dijalankan pararel. Selama ada Palapa Ring, operator tidak akan membangun sepenuhnya,” kata Menkominfo.

Untuk Proyek Palapa Ring saat ini telah berjalan, untuk paket barat dan tengah sudah diresmikan, tinggal paket timur yang tengah menanti jadwal pembiayaannya pada awal tahun 2017.

Agar masyarakat bisa merasakan layanan telekomunikasi yang lebih baik, perlu dilakukan penyesuaian terhadap modern licensing yang ada saat ini. Pada modern licensing yang berlaku saat ini, mewajibkan setiap operator untuk melampirkan rencana pembangunan lima tahun ketika membuat izin prinsip penyelenggaraan telekomunikasi, misalnya dalam pembangunan BTS.

“Kalo misalnya ada operator yang mencover satu wilayah dengan tiga BTS ya tidak masalah. Ada operator ingin menambah kapasitas broadband, jadi membangun lima bts, ya silahkan. Biarkan mereka berkompetisi,” ujar Rudiantara.

Untuk insentif engineering sendiri saat ini masih dalam pembahasan. Namun, Rudiantara memastikan untuk bisa diberlakukan di tahun 2018.

Sementara untuk sektor penyiaran Menkominfo akan tetap memusatkan perhatian untuk menyelesaikan undang-undang migrasi dari analog ke digital. Pada sektor internet akan tetap memperhatikan pada terbentuknya e-government. Dimana ini merupakan petunjuk langsung dari Presiden agar semua wilayah bisa mendapatkan layanan online.

Adanya permintaan dari Menteri Keuangan supaya sektor ICT bisa berkembang dan tumbuh menjadi dua digit karena disamping menguntungkan para pengusaha, layanan online juga mampu memberikan keuntungan bagi masyarakat.

“Double digitnya bukan 11%, di atas itu, Kenapa? Pemerintah juga memahami jika kita bisa dorong sektor ICT lebih cepat dan tumbuh lebih tinggi lagi, itu akan bisa menarik gerbong aktivitas ekonomi yang lain,” ujar Rudiantara.

“Target saya setiap tahun kita punya event yang presiden hadir, menyaksikan dan arahan. 2015 kita launching 4G, 2016 tanda tangan Palapa Ring di Istana, 2017 ayo kita bikin lagi. Karena bagaimanapun negara ini, tidak bisa maju kalo sektor ICT tidak maju,” ujarnya mengakhiri pembicaraan.(hh)