Microsoft Nonaktifkan Aplikasi Anti Virus Di Windows 10

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Microsoft mengakui bahwa mereka telah menonaktifkan aplikasi anti virus pada komputer berbasis Windows. Hal tersebut dinyatakan oleh pihak Microsoft setelah adanya komplain mengenai persaingan usaha yang diajukan pada Komisi Eropa oleh sebuah perusahaan sistem keamanan.

Seperti dilansir dari BBC, pada awal Juni lalu, Kapersky Lab mengajukan komplain terhadap Microsoft. Perusahaan sistem keamanan tersebut menyatakan bahwa Microsoft telah memanfaatkan dominasinya di pasar untuk mempengaruhi penggunanya agar menggunakan anti virus milik mereka.

Namun, Microsoft menanggapi bahwa mereka hanya mengimplementasikan sistem pertahanan agar pengguna Windows 10 merasa lebih aman.

Di dalam sebuah tulisan yang dipasang pada blog milik mereka, Microsoft mengatakan mereka telah melengkapi Windows 10 dengan Windows Defender Antivirus. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap perangkat yang menggunakan Windows 10 terlindungi dari virus dan malware.

“Kami telah membuat Windows Defender Antivirus dalam rangka menepati janji kami kepada konsumen bahwa setiap perangkat yang menggunakan Windows 10 selalu dilengkapi proteksi untuk anti virus dan malware. Dari hasil test yang telah kami lakukan, Windows Defender Antivirus memiliki kemampuan pendeteksian lebih dari 99 persen,” tulis Rob Lefferts, Partner Director untuk divisi Windows dan Perangkat perusahaan dan keamanan di Microsoft

“Kami juga mengetahui pilihan dari konsumen Windows kami, karena itulah yang membuat kami aktif mengikutsertakan dukungan dari komunitas yang terdiri dari 80 penjual aplikasi yang independen melalui Mircosoft Virus Initiative (MVI) program,” imbuhnya.

“Dengan adanya program terknis ini memungkinkan kita untuk membagikan detail teknik yang penting dari teknologi yang dimiliki oleh Microsoft dengan rekan kami dalam melakukan kolaborasi kedepannya nanti dan menyelesaikan masalah keamanan yang ada sekarang, guna melindungi para konsumen kami dari aplikasi yang berbahaya,” tulisnya.

Dalam memerangi 300,000 malware baru setiap harinya, Microsoft mengatakan bahwa mereka telah bekerja sama dengan pihak pembuat anti virus diluar Microsoft. Microsoft memperkirakan ada sekitar 95 persen komputer yang menggunakan Windows 10 PC telah dipasangi aplikasi anti virus yang sudah kompatibel dengan Windows 10 Creator terbaru.

Sementara untuk aplikasi yang tidak kompatibel, Microsoft akan mengembangkan fitur yang dapat digunakan oleh pengguna untuk memperbaharui komputernya dan memasang anti virus versi terbaru.

“Untuk melakukan ini, pertama kami menonaktifkan sementara beberapa komponen dari aplikasi anti virus ketika pembaharuan dimulai. Kami melakukan ini bekerja sama dengan pihak anti virus yang telah menjadi rekan kerja kami. Dimana mereka akan menentukan versi yang mana dari aplikasi mereka yang sudah kompatibel dan kemana para pengguna diarahkan,” tulis Rob.(hh)