Nelayan Lakukan Pemetaan Gunakan Teknologi Murah

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Negara bagian Tamil Nadu di India selatan saat ini terjebak antara naiknya permukaan laut dan proyek pembangunan yang memakan garis pantai. Oleh karena itu komunitas nelayan di wilayah tersebut mengambil tindakan sendiri dengan menggunakan teknologi yang terjangkau.

“Para nelayan akan terkena dampak yang paling parah terkena dampaknya jika lahan umum seperti lahan tanaman bakau, lahan basah dan pantai hilang,” kata Saravanan, seorang nelayan berusia 35 tahun yang sering berkendara di sepanjang pantai utara Tamil Nadu dengan meminjam MacBook Pro dan smartphone untuk memetakan wilayah yang rentan dengan masalah.

“Kami termasuk yang pertama melakukan lpemetaan di sepanjang pantai di India,” kata Saravanan.

Disamping pekerjaan dia sebagai nelayan, Saravanan juga koordinator di Pusat Sumber Daya Pesisir (CRC) di Chennai yang telah membantu lebih dari 40 desa nelayan di sekitar kota dengan membuat peta menggunakan perangkat lunak open source dan teknologi terjangkau. Peta itu nantinya akan membantu mengidentifikasi area atau lahan mana yang digunakan dan untuk tujuan apa.

Nelayan seperti Saravanan melakukan tindakan tersebut, karena selama lima tahun terakhir, pemerintah negara bagian telah gagal menyelesaikan rencana pengelolaan zona pesisir (CZMP). Ini sangat penting untuk memantau proyek-proyek pembangunan di sepanjang garis pantai, sehingga dapat melindungi mata pencaharian para nelayan dan melestarikan kawasan yang sensitif secara ekologi.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, CZMP ditunda dan beberapa proyek industri dan pengembangan mulai bermunculan di sepanjang kawasan pesisir yang dilindungi di Tamil Nadu.

Banyak desa yang telah dipetakan oleh CRC termasuk di antaranya desa-desa yang saat ini mungkin sudah terendam.

Desa kecil Koraikuppam adalah salah satunya. Pemerintah Tamil Nadu telah menawarkan untuk merelokasi penduduk desa. Namun menurut rencana tersebut tidak layak karena akan melibatkan penduduk desa bergerak lebih jauh ke pedalaman, sehingga memerlukan banyak waktu untuk mencapai laut untuk memancing.

Jadi dengan melakukan hal yang sama persis seperti yang diinginkan pemerintah, para nelayan itu telah menciptakan bukti ilmiah tentang apa yang seharusnya ada dan tidak ada di sana. Cara yang dilakukan para nelayan itu juga menambahkan, peta yang mereka buat sebanding dengan yang dihasilkan oleh pemerintah atau pengembang swasta.

Sekarang semua nelayan menggunakan ponsel pintar. Mereka juga telah menggunakan GPS bahkan ketika mereka berada di laut. Jadi peta itu telah menjadi bagian dari perjuangan mereka.

Dia menambahkan bahwa mereka juga membantu aktivisme lingkungan, memberikan informasi yang cukup dalam perselisihan.

Sejauh ini, Saravanan telah mengadakan workshop di Gujarat, Goa, dan Bengal Barat tetapi tidak ada desa di luar Tamil Nadu yang ikut serta proses pemetaan tersebut.(hh)

Sumber