Para CEO Perusahaan Technologi Serang Balik Presiden Trump

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Selang beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada Jumat 27 Januari 2017 mengenai pembatasan imigrasi dan menutup akses bagi ke Amerika untuk tujuh negara. Para eksekutif industri teknologi mulai mengeluarkan pernyataan yang mengkritik regulasi tersebut. Dikatakan regulasi tersebut akan berdampat luas serta menimbulkan dampak dramatis.

Dilansir dari Cnet.com, mulai dari Apple Google dan Facebook sampai dengan Microsoft, Airbnb dan juga Box menyampaikan pesan yang hampir serupa, bahwa regulasi pembatasan imigrasi tersebut akan menyinggung banyak pegawai dan juga pengembangan inovasi.

“Apple tidak akan ada tanpa adanya para imigran, apalagi berkembang dan berinovasi seperti yang kita lakukan,” kata CEO Apple Tim Cook dalam emailnya kepada para karyawan di Apple.

Melalui email itu ia juga berjanji perusahaan akan melakukan apa dapat dilakukan dalam upaya membantu karyawan yang terkena dampak dari regulasi baru tersebut. Dia juga mengatakan bahwa ia tidak mendukung kebijakan seperti itu.

Bahkan sejumlah kalangan eksekutif teknologi menyampaikan pernyataan yang lebih keras. “Ini adalah pelanggaran kontrak antara Amerika dengan semua imigran di negara ini,” tulis Sam Altman, Pimpinan dari Y Combinator. Dimana ia telah melakukan investasi pada lebih dari 900 startups, termasuk Dropbox, Airbnb, Reddit dan Instacart.

Pendiri eBay Pierre Omidyar dalam tweetnya menulis “Perintah Trump adalah sebuah fanatisme” .

Pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh para CEO dan eksekutif perusahaan teknologi tersebut merupakan sebuah titik balik hubungan antara Trump dan industri teknologi di Amerika. Malah sejumlah perusahaan teknologi di Silicon Valley diketahui telah mendukung dan melakukan pengumpulan dana bagi kampanya mantan Presiden Barack Obama dan juga kandidat President Amerika Hillary Clinton.

Sementara itu perusahaan teknologi seperti Google langsung mengambil tindakan dengan memanggil semua karyawannya yang sekirannya akan terkena dampaknya ketika kembali ke Amerika. Sejumlah perusahaan lainnya berjanji akan menolong karyawan mereka melalui jalur hukum apabila seandainya terkena dampak regulasi dari Presiden Trump.

Dengan tersebarnya berita mengenai perusahaan teknologi yang mengeluarkan pernyataan. Muncul catatan yang menyatakan Pendiri Apple, Steve Job adalah seorang anak imigran yang berasal dari Siria. Bahkan sejumlah perusahaan ternama pun didirikan oleh generasi pertama dan kedua dari para imigran.(hh)