Penelitian Buktikan Apple Watch Secara Akurat Deteksi Gejala Darah Tinggi

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Dari hasil sebuah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan startup yang bergerak di bidang kesehatan bernama Cardiogram dan UCSF, memperlihatkan bahwa Apple Watch bisa mendeteksi gelaja darah tinggi dan gangguan pernapasan ketika seseorang tidur. Penelitian ini dilakukan pada 6,000 orang sebagai subjek percobaan.

Para peneliti mempelajari dampak terhadap kesehatan dari perangkat wearable modern. Mereka pun menemukan bahwa perangkat yang dikenakan ditangan seperti Apple Watch dan Fitbit bisa digunakan untuk mendeteksi gejala darah tinggi dan gangguan pernapasan ketika tidur secara akurat.

Para peneliti tersebut menyatakan data yang berasal sensor denyut jantung dari perangkat wearable, ketika digabungkan dengan mesin yang mempelajari algoritma, dapat memperlihat pola tersembunyi yang dapat memperkirakan apakah seseorang memiliki resiko terhadap masalah kesehatan.

Penelitian Buktikan Apple Watch Secara Akurat Deteksi Gejala Darah Tinggi

Lebih jauh lagi, para peneliti mentargetkan untuk mendorong pengembangan bisnis seputar penggunaan perangkat wearable sebagai tindakan pencegahan dalam menghadapi sebuah masalah kesehatan.

“Bagaimana kalau kita bisa merubah perangkat wearable yang sekarang banyak digunakan seperti Apple Watch, Android, Garmins dan Fitbits menjadi sebuah perangkat yang murah dan terjangkau untuk digunakan memindai kesehatan seseorang melalui kecerdasan buatan?” tulis pendiri Cardiogram Brandon Ballinger di Medium.

Dengan adanya peningkatan dalam penggunaan perangkat wearable untuk kesehatan di pasar. Perusahaan – perushaan teknologi raksasa menjadi tertarik untuk mengembangkan sistem yang bisa lebih memperluas penggunaan perangkat wearable di bidang kesehatan.

Apple sendiri telah aktif mengembangkan aplikasi untuk melayani kesehatan baik pada sistem operasinya ataupun Apple Watch. Bahkan mereka telah mempatenkan perangkat – perangkat wearable terkait dengan kesehatan seperti sensor pendeteksi keadaan darurat. Selain itu mereka juga terlibat aktif dalam penelitian denyut jantung yang bekerja sama dengan Universitas Stanford.

Sementara itu untuk penelitian yang dilakukan oleh Cardiogram, Brandon Ballinger mengatakan hasilnya akan segera dimasukan kedalam proses review guna memvalidasi apakah perangkat wearable dapat digunakan untuk memantau kondisi kesehatan seseorang. Ia juga menyampaikan bahwa Cardiogram berharap dapat memperluas fokusnya ke masalah kesehatan lain seperti pra-diabetes dan diabetes.(hh)

Sumber