Peretas Serang dan Lumpuhkan 150.000 Printer

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jerman – Akhir minggu lalu, seorang peretas mengambil alih 150.000 printer yang tidak dilindungi oleh sistem keamanan melalui internet. Sang peretas meninggalkan jejaknya dengan mencetak sebuah peringatan agar pemilik printer memutuskan koneksi remote accessnya.

Serangan tersebut diketahui setelah seorang mahasiswa dari Jerman yang menemukan adanya kelemahan sistem keamanan pada sejumlah printer. Printer-printer yang mengalami serangan adalah printer yang digunakan di perkantoran dan perumahan, bahkan printer untuk mencetak tanda terima di restoran pun telah menjadi sasarannya.

Peretas itu dikenal dengan nama panggilan “Stackoverflowin”, serangan yang dilakukannya adalah dengan menjalankan sebuah program yang secara otomatis melacak keberadaan printer yang sistem keamanannya tidak diaktifkan.

Setelah berhasil mendapatkan mangsanya, program akan mencetak sebuah pesan mengenai adanya serangan yang dilakukannya. Ia juga menginformasikan pemilik printer untuk menutup akses dari “port” yang digunakannya untuk mengambil alih kontrol printer tersebut.

“Demi Tuhan, tolong tutup akses ke port ini,” bunyi pesan tertulis tersebut.

Selain pesan itu, terlihat juga sebuah sosok robot yang dibuat dengan menggunakan simbol-simbol dari ASCII. Terlampir juga didalam pesan alamat email dan akun Twitter dari Stackoverflowin.

Sejumlah netizen memasang gambar dari pesan tercetak tersebut melalui media sosial sembari menanyakan apa yang terjadi melalui forum-forum dukungan teknis seperti Reddit.

Program buatan Stackoverflowin menyerang beberapa merek printer ternama, seperti HP, Brother, Epson, Canon, Lexmark, Minolta dan lain-lain. Namun, sang peretas mengatakan bahwa ia tidak berniat untuk menyalah gunakan akses yang ia dapatkan.

“Saya hanya sekedar memberikan bantuan agar mereka memperbaiki masalahnya sambil bersenang-senang,” ujarnya seperti dikutip dari situs Bleeping Computer.

“Semuanya baik-baik saja dengan apa yang saya lakukan dan berterima kasih atas kejujuran yang telah saya perlihatkan,” tambahnya.

Sebelumnya para peneliti keamanan komputer Jens Muller, Vladislav Mladenov dan Juraj Somorovsky dari Universitas Ruhr, Jerman, minggu lalu telah menerbitkan naskah akademik yang merupakan rangkuman dari pekerjaan mereka pada sistem keamanan printer.

Ketiga peneliti tersebut melakukan pengetesan pada 20 printer yang berbeda dan menemukan semua printer memiliki kelemahan. Mereka menemukan cara agar printer masuk dalam sebuah rutinitas yang berlangsung terus menerus, sehingga printer-printer tersebut tidak dapat digunakan. Disamping itu, printer dengan keamanan yang lemah dapat digunakan juga sebagai pintu masuk ke dalam sebuah sistem jaringan dimana printer tersebut berada.(hh)