Petani di Inggris Bangun Jaringan Broadband

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Seorang istri petani di Inggris bernama Christine Conder telah berhasil membangun jaringan broadband guna membantu warga di Lancashire akan kebutuhan akses internet, seperti dilansir dari BBC.com, 26 December 2016.

Dengan rendah diri ia menyebut dirinya hanya seorang istri petani, namun bagi 2.000 warga di Lancahsire dia adalah seorang pelopor internet.

Solusi koneksi internet yang ia bangun untuk menolong tetangga-tetangganya telah dilakukannya sejak tahun 2009. Sekarang telah berkembang menjadiSebuah perusahaan jasa layanan koneksi internet yang bernama B4RN. Melalui layanannya B4RN mempu memberikan kecepatan internet hingga 1 Gbps. Menurut Ofcom, kecepatan yang ditawarkan oleh B4RN, 35 kali lebih cepat dibanding rata-rata kecepatan koneksi internet di Inggris yang hanya 28.9 Mbps.

Semuanya diawali ketika Christine ketika itu membutuhkan koneksi internet, kala itu hanya ada koneksi nirkabel yang disediakan olehi Universitas Lancaster. Sementara jarak keduanya dibatasi oleh pepohonan, ketika pohon-pohon tumbuh makin tingga maka koneksi pun jadi terganggu dan tidak stabil.

Untuk itu ia merasa perlu sesuatu yang lebih ampuh ketimbang koneksi nirkable. Saat itu tidak ada alternatif lain untuk koneksi internet diwilayahnya. Akhirnya Christine memutuskan untuk menyelesaikan masalah itu sendiri. Ia pun membeli kabel pita lebar sepanjang satu kilometer dan dengan menggunakan traktornya ia mulai menggali kanal untuk jalur kabel.

Motonya JFDI, “Just Do It” atau lakukan saja dalam bahasa Indonesia. Mungkin untuk huruf F-nya bagi yang mengerti bahasa Inggris bisa menebak apa artinya. Membutuhkan waktu dan kerja keras selama tiga hari, sampai akhirnya kabel terhubung.

Hingga kini B4RN menyatakan telah meletakan kabel pita lebar sepankang 3.218 Km dan mengkoneksikan sejumlah area kedalam jaringannya. Jadi koneksi tidak langsung ke rumah-rumah, melainkan pada sebuah area terlebih dahulu, baru kemudian dikoneksikan ke rumah-rumah.

Sementara untuk biayanya, setiap rumah kenakan biaya 30 poundsterling atau sekitar 500.000 rupiah per bulannya dengan 150 poundsterling atau 2 juta rupiah untuk biaya koneksinya. Selain itu mereka juga diharuskan melakukan beberapa installasi sendiri. Untuk tempat usaha atau kantor tentunya biaya yang dikenakan akan berbeda.

Keseluruhan infrastruktur menggunakan kabel pita lebar sempai dengan koneksi yang terhubung ke rumah-rumah. Layanan ini menjadi sangat populer dan sudah banyak perusahaan dan juga perorangan yang mengantri untuk mendapatkan layanan koneksi internet melalui B4RN.

Pada awalnya pekerjaan dilakukan oleh para sukarelawan, tapi saat ini telah ada pegawai yang dibayar untuk membantu meningkatkan layanan. Para petani juga bekerja sama dengan memberikan akses pada lahannya dan juga turut membantu dengan menyediakan traktor untuk pekerjaan-pekerjaann yang berat.

Dengan hadirnya layanan internet tersebut para peternak dan petani bisa lebih cepat mendaftarkan secara online setiap ternak yang lahir ke Departement Lingkungan, Makanan dan Pedesaan. Sebelumnya mereka harus dengan susah payah menggunakan koneksi dial-up atau koneksi melalui satelit yang biayanya cukup mahal.

Rencananya akan ada kerjasama yang akan dilakukan oleh para penyedia layanan koneksi internet di Inggris untuk membantu memberikan akses internet di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

Menurut Christine itu akan dapat dicapai lebih banyak lagi apabila semua masyarakat bergabung. Ia juga mengatakan bahwa ia siap untuk turut membantu apabila diperlukan.(hh)