Rencana Telkom Akusisi Teleguam

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Akusisi Telkom terhadap AP Teleguam Holding Inc, yang merupakan induk perusahaan dari GTA Teleguam, masih menunggu ijin dari pihak yang berwenang, itu yang membuat rencana akusisi tersebut belum dapat terealisasi.

Pembelian yang dilakukan Telkom hingga berhasil masuk ke dalam GTA Teleguam adalah karena pembelian kepemilikan yang berasal dari Advantage Partners sebuah perusahaan ekuitas yang berasal dari Jepang. Tindakan pengambil alihan ini juga di lakukan lewat jalur usahanya yaitu Telekomunikasi Indonesia International USA Inc.

Menurut keterangan dari Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga, pihaknya masih menunggu ijin dari pihak yang berwenang di wilayah tersebut, dan apabila perijinan sudah keluar, maka semuanya akan segera tuntas.

Apabila sudah mendapatkan ijin dari pihak berwenang di Guam untuk bidang Komisi Public Utilities maka bisa di prediksikan sebelumnya awal 2016 proses akusisi tersebut dapat di selesaikan.

Izin yang keluar dari PUC nanti adalah bagian dari tahapan untuk memperoleh pengesahan dari Federal Communications Commision serta keluarnya ijin keamanan dari Federal Agency.

Tindakan dan proses pemeriksaan serta kepastian akan kandidat yang akan membeli tidak akan menghalangi masalah keamanan nasional untuk Guam. Proses yang sama pun telah dilakukan sebelumnya ketika penanam modal dari Jepang, Advantage Partners mempunyai separuh lebih saham di GTA Teleguam.

Berdasarkan informasi yang ada, Telkom harus membayar hampir sekitar USD 300 juta agar dapat memiliki sebagian besar saham Teleguam untuk memenuhi target tampil menjadi bagian dari global hub untuk koneksi internet.

Tentunya nanti GTA merupakan salah satu eleman di portofolio Telkom International seperti kantor cabang di Myanmar, Telin Timor Leste, Telkom Macau, Telin Malaysia, Telkom USA, Telkom Taiwan, Telkom Australia, Telin Hong Kong, Telin Singapur.

Telkom International telah memperoleh pemasukan sebesar Rp. 3,2 triliun pada tahun 2015 yang naik menjadi 28,9%. Dibandingkan dengan prosentase pendapatan ada tahun 2014 sebesar Rp. 2,48 triliun. Sementara untuk pendapatan netnya di tahun 2015 adalah sebesar Rp. 182 miliar, ada pertumbuhan sekitar 29,6%, apabila di banding tahun 2014 yaitu sebesar Rp. 140,43 miliar.