Satu Juta Domain .id Telah Terdaftar, Jadi Terpopuler di ASEAN

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jakarta – Pada hari Rabu, 11 Januari 2017, Ketua PANDI Andi Budimansyah mengadakan konferensi pers yang diadakan di Kantor Kominfo. Di dalam laporannya Andi menginformasikan pada akhir tahun 2016 tercatat ada 1.199.045 domain berekstensi .id yang telah terdaftar.

Dari laporan tersebut terlihat adanya peningkatan penggunaan domain berekstensi .id hampir mencapai tujuh kali lipat dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2015 tercatat 153.006 domain .id yang terdaftar, akhir tahun 2016 ada sejumlah 1.199.045 domain yang telah terdaftar.

“Lonjakan tertinggi di bulan Desember. Ini karena program satu juta domain yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatia (Kominfo),” ujar Andi seperti dikutip dari detikINET.

Untuk jumlah domain ID yang terdaftar diluar program yang diadakan oleh Kominfo jumlahnya ada sekitar 199.045. Ada kenaikan sebanyak 46.039 atau sekitar 30 persen. Sementara dari program satu juta domain Kominfo, sekitar 35.149 telah aktif dan memiliki konten dan sisanya sebanyak 964.851 domain masih dalam status reservasi.

Seperti dilansir dari detikINET, institusi-institusi yang masuk kedalam program satu juta domain adalah sebagai berikut:

  • UMKM 26.697
  • Komunitas 4.890
  • Sekolah 3.351
  • Ponpes 184
  • Desa 27

Domain ID sendiri pada awalnya disediakan untuk masyarakat di luar pulau Jawa. Namun, pada kenyataannya penyebaran terbanyak berasal dari pulau Jawa.

Berikut lima daerah yang terbanyak yang mendaftarkan domain ID, seperti dilansir dari detikINET:

  • Jawa Barat 6.660
  • Jawa Timur 5.946
  • Jawa Tengah 5.877
  • DKI Jakarta 2.999
  • Sulawesi Selatan 2.682

Dalam rangka menggalakkan pemakaian domain berekstensi .id, PANDI akan menggelar promo pada kuartal pertama 2017. Selain itu akan dilakukan penurunan biaya untuk registrasi domain .id, yang awalnya Rp 500.000 turun jadi Rp 250.000.

“Selama tiga bulan biaya pendaftaran domain .id berkisar antara Rp 50 ribu – Rp 100 ribu, tergantung registrar. Jika memperpanjang nama domain hanya Rp 125 ribu,” ujar Andi.

Dengan adanya peningkatan tersebut memperlihatkan domain .id semakin menjadi pilihan masyarakat Indoneisa. Terbukti kepopuleran domain VN dan MY pada tingkat regional kalah oleh kepopuleran domain ID. Bahkan pada pertengahan tahun lalu, domain ID dapat menyalip peringkat domain SG milik Singapura dan menduduki peringkat ketiga untuk wilayah Asia Tenggara.

“Domain .id mengalami pertumbuhan cukup pesat. Jumlahnya kini tiga kali lipat dari domain VN,” ujar Andi.

Pada acara konferensi tersebut Andi juga menyampaikan secara rinci mengenai jumlah penggunaan domain ID. Dimana saat ini sebesar 86 persen pangsa pasar dimiliki oleh domain ID dan di posisi kedua domain co.id sebesar 8 persen.

Untuk detailnya detikINET menyertakan data sebagai berikut:

  • id 1.033.584
  • ac.id. 4.052
  • biz.id 1.621
  • co.id 96.328
  • desa.id 2.612
  • go.id 3.786
  • mil.id 305
  • my.id 4.177
  • net.id 409
  • or.id 9.525
  • sch.id 19.162
  • web.id 23.249
  • ponpes.id 235

(hh)