Segera Nonaktifkan Flash Player! Peretas Dapat Ambil Alih Sistem

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Jika Anda menggunakan Flash player, maka inilah pembaruan yang penting untuk Anda. Menurut Adobe, ada kerentanan yang dikenal sebagai CVE-2018-4878 sedang dieksploitasi untuk melakukan “serangan terbatas dan ditargetkan terhadap pengguna Windows”, yang memungkinkan para peretas mengambil alih dan mengendalikan sistem secara penuh.

Tidak ada yang dapat menyangkal manfaat dari Adobe Flash. Ini adalah aplikasi yang digunakan untuk melakukan streaming dan melihat video, audio dan multimedia serta sejumlah aplikasi Internet di komputer atau perangkat mobile yang didukung oleh aplikasi tersebut.

Seperti dilansir dari Fossbytes, jika anda menggunakan Flash player, maka pembaruan tersebut sangat penting untuk Anda. Baru-baru ini, Adobe mengungkapkan adanya kerentanan eksekusi kode yang kritis pada Flash Player 28.0.0.137 dan versi – versi sebelumnya.

Menurut Adobe, kerentanan yang dikenal dengan CVE-2018-4878 sedang dieksploitasi untuk melakukan “serangan terbatas dan ditargetkan terhadap pengguna Windows”, dimana nantinya apabila serangan tersebut berhasil akan memungkinkan para peretas untuk mengambil alih dan mengendalikan sistem secara penuh.

Adanya kerentanan tersebut juga mempengaruhi pengguna ChromeOS, Linux, dan MacOS yang menjalankan versi perangkat lunak versi v28.0.0.137 dan yang lebih rendah:

  • Adobe Flash Player Desktop Runtime (Windows, Macintosh)
  • Adobe Flash Player untuk Edge dan IE 11 (Windows 10, 8.1)
  • Adobe Flash Player Runtime (Linux)
  • Adobe Flash Player untuk Google Chrome (Windows, Macintosh, Linux, and Chrome OS)

Menurut Adobe, peretas tidak hanya dapat menyerang sistem korban dengan menggunakan halaman web melalui konten flash. Namun, melalui email berisi dokumen dengan konten flash berbahaya yang dilampirkan pada email tersebut. Adobe telah merekomendasikan para pengguna untuk mengaktifkan “Protected View for Office “ (Tampilan Terlindungi untuk Kantor), yang akan membuka file berbahaya dalam mode read only atau hanya dapat baca.

Patch untuk memperbaiki kerentanan ini memang belum ada. Tetapi para pengguna telah dianjurkan oleh Adobe untuk menonaktifkan flash player sampai patch diluncurkan pada tanggal 5 Februari. Sebelumnya, Adobe telah mengumumkan secara resmi tanggal akhir Adobe Flash. Aplikasi ini nantinya akan hilang selamanya pada 2020, jadi menghapus Flash Player dari sistem sama sekali tidak akan menimbulkan masalah.(hh)

Sumber