Sekarang Aplikasi di Google Play Bisa Dicoba Dulu

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Mungkin sering kita melihat aplikasi yang menarik di Google Play, tetapi setelah kita memasangnya, aplikasi tersebut tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Namun, sekarang Google Play telah menambahkan fitur baru, sehingga kita bisa mencoba sebuah aplikasi terlebih dahulu, sebelum kita memasangnya pada perangkat.

Seperti dilansir dari Engadget.com, di beberapa lokasi telah tersedia Google Instant Apps yang ditujukan untuk para pengguna Android yang penasaran. Namun, sebelumnya tidak tersedia di Google Play. Nah, sekarang kita dapat menggunakannya di Google Play untuk mencoba sebuah aplikasi sebelum kita memasangnya pada perangkat.

Sekarang Google tengah mengembangkan fitur untuk mencoba sebuah aplikasi pada Google Play dengan menyediakan tombol “Try It Now” pada halaman aplikasi. Klik tombol tersebut, maka kita akan mengetahui apakah aplikasi itu sesuai dengan harapan dan keinginan kita atau tidak tanpa harus mengunduh dan memasangnya terlebih dahulu.

Saat ini hanya beberapa aplikasi yang ditandai sebagai Instant Apps-ready, misalnya seperti permainan teka – teki silang milik New York Times. Namun, bisa dipastikan daftar aplikasi yang dapat dicoba terlebih dahulu akan bertambah dengan cepat.

Disamping itu, ada sejumlah perubahan yang dilakukan Google pada Google Play. Seperti area untuk aplikasi permainan dan bagian untuk aplikasi yang baru serta permainan “premium” berbayar. Untuk Editor Choice sekarang sudah berjalan dan tersedia di 17 negara.

Google juga melakukan beberapa perubahan dibelakang layar, yang nantinya akan meningkatkan pengguna melihat layanan favoritnya di Android. Bersamaan dengan adanya perubahan pada App Store milik Apple, Google juga memotong biaya layanan pendaftaran aplikasinya dari 30 persen menjadi 15 persen, apabila pengguna telah berlangganan lebih dari satu tahun. Ini akan berlaku per 1 Januari 2018.

Dengan adanya penurunan biaya itu bisa membuat semua menjadi berbeda untuk layanan yang sebelumnya. Sepertinya Google telah memberikan hampir sepertiga dari pendapatan mereka dan tidak peduli berapa lama pengguna menggunakan layanannya.

Dan itu terdengar sangat relevan di Android – karena tidak semua pengguna menawarkan aplikasi melalui Google Play. Bahkan ada beberapa pengembang yang tidak memanfaatkan Google Play sama sekali untuk memastikan mereka mendapatkan uangnya.

Para pengembang pastinya akan mengalami kerugian apabila mereka membawa aplikasinya ke Google Play setelah tanggal 1 Januari, namun itu akan dapat ditolerir jika mereka tetap menggunakan layanan dari Google tersebut untuk jangka panjang.(hh)

Sumber