Sekolah di Prancis Larang Siswa Bawa Ponsel

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Pelarangan pelajar membawa ponsel untuk sekolah dasar dan menengah di Perancis telah diberlakukan. Hal ini merupakan upaya pemerintah Perancis untuk meningkatkan siswa fokus terhadap pelajaran dan juga mencegah bullying online.

Pemerintah mengeluarkan undang-undang yang melarang penggunaan ponsel selama hari sekolah, dengan pengecualian untuk anak-anak cacat dan dalam keadaan darurat. Sementara untuk sekolah menengah atas di Perancis, yang rata-rata usia muridnya 15 tahun ke atas, dapat menerapkan aturan mereka sendiri.

Ternyata langkah yang diambil pemerintah Perancis berdampak pada negara tetangga mereka yaitu Inggris. Hasil studi di Inggris 70% orang dewasa percaya langkah serupa harus dilaksanakan di Inggris.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh spesialis keamanan cyber ESET menemukan bahwa kebanyakan orang tua di Inggris berpikir ponsel harus dilarang, dan 93% berpikir harus ada peraturan penggunaan ponsel selama jam sekolah.

Jajak pendapat di Inggris tersebut juga mengungkapkan bahwa orang tua paling khawatir apbaila anak mereka terganggu oleh telepon selama kelas, selain adanya rasa ketakutan adanya intimidasi dari bulllying.

Sepertiga dari orang tua mengatakan mereka khawatir ponsel yang digunakan oleh anak mereka menjadi target para pemangsa online.

Sementara itu, sebuah survei terpisah yang dilakukan oleh Internet Matters menemukan 59 persen orang tua berpikir ponsel harus dilarang di sekolah, dan 51 persen mengatakan ponsel tidak boleh dibawa ke dan dari sekolah.

Menurut organisasi itu 72% dari siswa pada tahun ketujuh memiliki smartphone.

Chief executive Internet Matters Carolyn Bunting menjelaskan bahwa dengan memberikan anak ponsel pintar dapat memberikan ketenangan pikiran kepada orang tua dan menawarkan anak-anak kesempatan yang fantastis untuk belajar, berkomunikasi dan menjelajah.

Namun, jika anak-anak tidak siap, mereka dapat menghadapi banyak tantangan digital termasuk mengelola grup pertemanan, tekanan untuk memiliki media sosial atau bahkan keinginan untuk memainkan game tertentu.

Disamping itu, orang tua juga harus memiliki peran besar untuk bermain dalam melengkapi anak-anak mereka dengan alat yang tepat untuk menjelajahi dunia online mereka. Khususnya selama momen penting atau ketika mereka menghadapi banyak perubahan.

Hasil studi dari Internet Matters juga menemukan adanya tingkat kekhawatiran yang lebih tinggi seputar cyberbullying, dan anak-anak didorong untuk berbagi gambar secara online.

Menteri pendidikan Perancis Jean-Michel Blanquer mengatakan hukum tersebut bertujuan untuk mencegah pencurian dan kekerasan, mengurangi bullying, dan meningkatkan fokus dalam pelajaran serta komunikasi antar murid.

Para siswa harus mematikan ponsel mereka atau menyimpannya di loker, apabila hal tersebut tidak dilakukan, maka guru dapat menyita mereka sampai waktu pulang.(hh)

Sumber