Sistem Kecerdasan Buatan Ini Hilangkan Buffering Pada Video Online

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Sistem algoritma digunakan saat ini untuk meningkatkan teknologi pemrosesan pada website dan platform – platform online serta pada perangkat – perangkat. Baru – baru ini seorang professor dari MIT telah berhasil membuat sistem kecerdasan buatan yang mampu menghilangkan buffering dari video yang ditayangkan secara online.

Seringkali kita alami adanya masalah ketika sedang menyaksikan video melalui layanan streaming yang diakibatkan oleh koneksi internet. Namun, ada juga faktor – faktor lain seperti aplikasi browser yang digunakan dan situs yang menyediakan layanan terkadang juga menjadi penyebabnya. Misalanya saja kita mengakses YouTube atau iFlix kemudian kita melihat ada perubahan pada kualitas video yang menurun.

Platform internet seperti YouTube dan iFlix menggunakan algoritma untuk membantu mereproduksi konten yang baik. Tapi terkadang ada saja waktu dimana tidak teroptimisasi dengn baik. Misalnya sistem ABR yang digunakan YouTube, fitur utamanya adalah untuk menyimpan bandwidth dan membuat solusi untuk sebuah pengalaman menonton lebih baik

Seperti dilansir dari Fossbytes, Professor Mohammad Alizadeh dari MIT telah membuat sebuah sistem kecerdasan buatan yang mampu membuat algoritma untuk mengambil keputusan dalam mengandalkan kondisi koneksi jaringan yang digunakan. Untuk keperluan ini, maka sistem pembelajaran otomatis digunakan. Di sisi lain, dengan adanya sistem kecerdasan buatan ini, akan memastikan hasilnya selalu positif dan dari uji coba telah memperlihatkan kemampuan pengalaman streaming lebih baik. Hal ini disebabkan kualitas yang dihasilkan lebih tinggi dibanding hasil yang menggunakan algoritma konvensional.

Sistem kecerdasan buatan ini diberi nama Pensieve dan dari data – data uji coba memperlihatkan sistem tersebut membuat buffering berkurang dari 10 persen sampai dengan 30 persen ketika mengirimkan video jika dibandingkan dari sistem yang sekarang digunakan.

Proyek ini akan ditampilkan pada konferensi SIGCOMM di Los Angeles. Nantinya kode yang telah dikembangkan ini dapat digunakan oleh siapa saja atau perusahaan apa saja yang membutuhkannya guna meningkatkan kualitas konten streaming dari platform – platform yang mereka miliki seperti YouTube dan iFlix.(hh)

Sumber