Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Forum Smart City

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Smart Indonesia Initiatives Forum akan menghadirkan ajang Forum Smart City kedua yang akan diselenggarakan di Surabaya tanggal 20 – 21 Juli 2016.

Dikutip dari berita online detik.com Ketua Forum Smart City Indonesia Suhono Harso Supangkat di Jakarta mengatakan,”Kami mendapat dukungan penuh dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyelenggarakan ajang ini. Beliau berjanji membantu semaksimal mungkin acara ini berjalan sukses nanti.”

Dijadwalkan pada 20 Juli 2016 Walikota Surabaya Ibu Risma akan menerima para tamu khusus di acara Welcome Dinner. Akan hadir pula beberapa walikota dan juga bupati pada kegiatan tersebut.

Kenapa kota Surabaya yang dipilih menjadi tempat untuk diadakannya perhelatan tersebut? Karena kota Surabaya adalah salah satu perintis pembangunan digitalisasi didaerah dengan menggunakan proses bisnis yang efisien dan efektif.

“Banyak penghargaan telah diterima oleh Surabaya karena prestasinya. Tahun 2015, Surabaya menerima penghargan Indeks Kota Cerdas Indonesia dengan nilai tertinggi untuk kota dengan penduduk lebih besar dari 1 juta jiwa,” ujarnya.

Agenda tahunan yang diadakan merupakan sebuah wadah untuk berdiskusi, berbagi pengalaman dalam mengembangkan Smart City, baik itu nanti pihak pemerintah, universitas, industri dan juga komunitas.

“Forum ini juga mengundang makalah melalui call for papers yang dibuka hingga akhir bulan ini melalui https://eii-forum.or.id,” kata Suhono.

Pada kegiatan acara itu nanti akan diadakan juga forum prakarsa e-Indonesia yang sudah dilaksanakan untuk ke-12 kalinya, dan dari situlah muncul konsep untuk Smart City dan juga Residence.

Berbagai pokok pembahasan akan diangkat pada forum yang diadakan untuk kedua kalinya itu. Misalnya seperti peraturan untuk peningkatan layanan kota yang diawali dari jaringan informasi, tranportasi, energi, gas, kesehatan serta hubungannya dengan prasarana lainnya yang ada.

“Ketika di forum pertama menghasilkan awareness tentang perlunya suatu model atau framework pembangunan smart city ke stakeholder. Hasilnya, ada Garuda Smart City Model yang coba disosialisasikan di tahun pertama lalu,” ujar Suhono.

Selama ini forum Smart City sudah cukup efektif untuk membantu memahami bagaimana cara mengembangkan sebuah Smart City baik itu dari sisi regulasi, kerjasama antar wilayah kota/kabupaten, desa, propinsi dan juga pemerintah pusat. Diharapkan timbul sebuah efisiensi serta memaksimalkan kandungan lokal.

“Kita ingin tingkatkan lagi level dari awareness dengan mengundang pembicara dari luar negeri, termasuk Senseable City MIT, agar bisa melihat best practice,” katanya.