Target 5000 UKM, Telkom Kirim Internet Satelit

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Dalam rangka memberikan layanan pada usaha kecil menengah (UKM) yang banyak belum mendapatkan akses internet. Telkom akan memakai teknologi yang menerapkan teknologi satelit Very Small Aperture Terminal (VSAT). Sehingga UKM yang berada di remote area seperti di desa-desa kecil akan bisa memanfaatkan teknologi internet tersebut.

Fasilitas layanan baru ini di buat bekerja sama dengan anak perusahaan telkom lainnya seperti Metrasat yang sudah mengelola sekitar 13.534 titik VSAT IP. Kemudian Blanja.com akan digunakan sebagai tempat untuk membeli kuota internet aksesnya. Layanan bernama MangoStar ini berada di bawah Divisi Business Service (DBS).

Direktur Enterprise & Business Service Telkom Muhammad Awaluddin menjelaskan,”Sampai akhir 2016, pihaknya telah memiliki target untuk 5.000 UKM. Pihaknya sangat yakin di karenakan dalam waktu dua minggu sebelum di keluarkan, telah banyak jumlah permohonan dari berbagai macam lokasi, Jambi, Mentawai dan beberapa area di Kalimantan.

MangoStar adalah jasa internet broadband via satelit di Indoneisa yang memiliki kecepatan download sampai dengan 2 Mbps, sementara untuk uploadnya 0.5 Mbps. Untuk biaya bulanan mulai dari sekitar Rp. 500.000.00.

Karena adanya kesulitan yang di alami para UKM yang berada di area remote untuk menjalakan usahanya. Maka Telkom menghadirkan layanan ini sehingga dapat mengatasi masalah keadaan geografis di Indonesia.

Ia pun berharap dengan adanya layanan internet dari MangoStar ini dapat menolong mengembangkan usahanya. Tidak hanya di negara kita saja, namun juga ke area international.

Ia pun menambahkan, bahwa telah bertemu dengan seorang pengusaha UKM di Jambi, yang lokasi tinggalnya di remote area. Dia mohon agar koneksi internet segera dipasang sehingga nanti dia dapat menjalankan Cross Border Trading. Setelah di pasang MangoStar bisnisnya langsung berkembang.

Setelah adanya MangoStar, Awaluddin benar-benar makin yakin kalau Telkom bakal bisa mengurangi perbedaan digital di Indonesia, serta memberikan dukungannya untuk dapat mencapai sebanyak tiga juta UKM Goes Digital sampai penghujung tahun 2016 ini.