Teknologi Baru Ini Hadirkan Internet Berkecepatan 10Gbps di Rumah

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Siapa sih yang tidak mau memiliki koneksi internet dengan kecepatan tinggi di rumah atau di kantor? Semua orang tentu menginginkannya. Baru – baru ini para peneliti telah mengembangkan sebuah perangkat keras yang dapat secara konsisten menyediakan koneksi internet dengan kecepatan tinggi.

Seperti dilansir dari UCL News, para peneliti telah berhasil membuat perangkat baru yang dapat menghadirkan internet dengan kecepatan lebih dari 10Gbps pada koneksi broadband dengan biaya yang murah.

Seorang peneliti bernama Sezer Erkilinc dari Universitas College, London menjelaskan bahwa pada tahun 2025 nanti kecepatan rata – rata internet akan 100 kali lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan aplikasi – aplikasi yang haus akan bandwidth, seperti ultra-high definition video, game online dan Internet of Things.

Selain itu, pertumbuhan perangkat mobile di masa mendatang akan bertambah dengan hadirnya koneksi 5G, sehingga memungkinkan layanan baru di akses melalui perangkat pintar (smart device). Dengan hadirnya aplikasi dan layanan baru itu, tentunya akan muncul keterbatasan bandwidth. Untuk itulah teknologi penerima optikal (optical receiver technology) yang telah dikembangkan akan membantu mengatasi permasalahan tersebut.

Jadi para peneliti tersebut sebenarnya hanya mengembangkan sebuah penerima (receiver) sederhana yang digunakan pada jaringan optik. Jaringan ini sebenarnya adalah yang menghubungkan para pengguna internet pada penyedia layanan internet.

Sementara itu, Polina Bayvel dari UCL mengatakan bahwa untuk memaksimalkan kapasitas dari koneksi fibre optik, data yang dikirimkan menggunakan gelombang, cahaya atau warna yang berbeda. Idealnya dengan mendedikasikan sebuah gelombang pada setiap pelanggan guna menghindari terbaginya bandwidth diantara pelanggan.

Sistem penerima (receiver) baru ini memiliki banyak kelebihan dari penerima yang ada saat ini. Disamping itu, teknologi baru ini lebih sederhana, murah dan kecil serta hanya memerlukan 25 persen detektor yang digunakan pada perangkat penerima konvesional.

Para peneliti dari Universitas Cambridge di Inggris ini berhasil membuat penyederhaan ini dengan mengadopsi teknik coding untuk jaringan fibre yang di desain untuk mencegah hilangnya sinyal pada komunikasi nirkabel.(hh)

Sumber