Teknologi Baru Ini Ubah Benda Jadi Remote TV

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Apakah pernah kita merasa kehilangan remote TV? Tentu hal ini sering terjadi. Namun, tidak perlu khawatir lagi, para ilmuwan telah mengembangkan sebuah teknologi yang dapat merubah benda apa saja seperti gelas atau mobil mainan menjadi remote kontrol untuk televisi.

Para peneliti dari Universitas Lancaster di Inggris memperlihatkan teknik baru yang memungkinkan gerakan tubuh atau benda untuk digunakan berinteraksi dengan layar. Teknologi ‘Matchpoint’ ini hanya memerlukan sebuah webcam yang berfungsi menampilkan target yang bergerak yang mengelilingi sebuah widget lingkaran kecil dibagian bawah layar.

Target – target ini akan disesuaikan untuk fungsi – fungsi yang berbeda, seperti mengatur volume, merubah saluran TV atau melihat menu. Pengguna harus mensinkronisasi arah gerakan dari target dengan menggunakan tangan, kepala atau sebuah benda guna mengaktifkan fungsi yang diinginkan. Para peneliti menyebutnya dengan istilah ‘spontaneous spatial coupling’.

Berbeda dengan teknologi pengontrolan menggunakan gerakan yang ada sekarang, aplikasi tidak mencari untuk bagian tertentu dari tubuh seperti misalnya tangan. Melainkan mencari gerakan memutar, sehingga tidak memerlukan kalibrasi atau pengenalan awal terhadap bendanya.

Tentunya ini akan lebih fleksibel dan mudah bagi pengguna untuk menggunakannya ketika kedua tangan sedang sibuk dan bisa dilakukan berdiri ataupun duduk di sofa. Bahkan pengguna tidak perlu mempelajari perintah tertentu untuk mengaktifkan fungsi – fungsi yang berbeda.

Ketika mengatur volume atau memilih saluran, sebuah slider akan muncul. Pengguna cukup menggerakkan tangan, kepala atau benda untuk menggerakkan slider ke arah yang diperlukan guna menyesuaikan volume atau menemukan saluran yang diinginkan.

Selain televisi, teknologi tersebut dapat juga digunakan pada layar yang lain seperti tablet pc atau komputer. Misalnya saja ketika sedang menyaksikan tutorial di YouTube, seperti memperbaiki sepeda atau membuat kue, akan lebih mudah untuk di pause atau di rewind, sehingga pengguna tidak perlu meletakkan alat – alat mereka atau pengolah adonannya.

Dari teknologi ini dapat dibuat multiple pointer yang memungkinkan lebih dari satu pengguna berinteraksi seperti menunjuk pada gambar atau foto pada interaktif whiteboard secara bersamaan. Matchpoint juga memungkinkan pengguna untuk melakukan manipulasi pada gambar dengan menggunakan kedua tangan untuk memperbesar atau memperkecil gambar dan memutar gambar pada interaktif whiteboards.(hh)

Sumber