Teknologi Infotainment di Mobil Ganggu Konsentrasi Pengemudi

Logo Telkom Indonesia Logo Telkomsel Indosat Ooredo Ads

Dari sebuah hasil studi yang dilakukan oleh American Automobile Association (AAA), teknologi infotainment yang dipasang oleh pembuat mobil pada dashboard kendaraan baru malah membuat konsentrasi pengemudi teralihkan. Seharusnya pandangan fokus pada jalan dan tangan mereka juga jadi lebih sering melepaskan kemudi dalam waktu yang cukup lama.

Hasil studi tersebut diluncurkan pada hari Kamis, oleh Profesor David Strayer, dari Universitas Utah. David sendiri telah mengamati dampak dari sistem infotainment bagi keselematan untuk AAA dalam berlalu lintas sejak tahun 2013. Penelitian sebelumnya juga telah mengindentifikasikan hal yang sama. David mengatakan, adanya “letupan teknologi” telah membuat semuanya semakin parah.

Para pembuat mobil sekarang menyertakan lebih banyak pilihan yang memungkinkan pengendara menggunakan media sosial, email dan tulisan. Disamping itu teknologinya juga semakin rumit untuk digunakan. Sebelumnya sebuah mobil hanya memiliki beberapa buah tombol. Sekarang, beberapa mobile malah memiliki lebih dari 50 tombol pada kemudi dan dashboardnya. Ditambah lagi ada layar sentuh, fitur perintah dengan suara, writing pads, heads-up displays di jendela dan kaca serta gambar komputer 3D.

Pihak industri automotive sendiri mengatakan bahwa sistem baru itu merupakan alternatif yang lebih baik untuk pengendara ketimbang ponsel pintar dan perangkat navigasi yang tidak di desain untuk digunakan ketika sedang berkendaraan.

Namun, Direktur Advokasi dan Penelitian Keselamatan Lalu Lintas Jake Nelson, mengatakan beberapa pengendara telah melakukan uji coba pada 30 model mobil produksi tahun 2017 dan truk ringan. Hasil uji coba tersebut memperlihatkan pengendara mengalihkan perhatian dari jalanan dan melepaskan tangan dari pengemudi ketika menggunakan sistem infotainment saat berkendaraan.

Sangat jelas terlihat, para pembuat mobil belum bekerja keras untuk membuat sistem yang cepat dan mudah digunakan. Para peneliti menilai 23 dari 30 kendaraan memiliki resiko tinggi karena mengambil perhatian yang diperlukan dari pengendara. Sementara tujuh diantaranya dinilai cukup, karena tidak memerlukan perhatian cukup besar ketika digunakan.

Karena adanya tekanan dari pihak Industri, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) pada tahun 2012 telah mengeluarkan petunjuk keamanan bagi para pembuat mobil untuk membuat teknologi dashboard yang mengikuti standar keamanan. Salah satunya dalam petunjuk keamanan tersebut menyebutkan bahwa pembuat mobil direkomendasikan untuk menguci kemampuan program melakukan navigasi pada sistem dalam keadaan kendaraan bergerak. Ada sekitar 12 kendaraan yang memiliki kemampuan melakuka navigasi.

Selain itu, petunjuk itu juga merekomendasikan para pembuat mobil mencegah pengendara mengirimkan pesan singkat ketika sedang mengemudi. Namun, tiga perempat dari kendaraan yang telah di uji coba mengijinkan pengemudi mengirimkan pesan singkat ketika kendaraan sedang berjalan. Menulis pesan singkat berada diperingkat kedua sebagai kegiatan yang mengalihkan perhatian oleh para pengendara uji coba.

AAA mengatakan bahwa pengendara seharusnya menggunakan teknologi infotainment pada kondisi darurat saja. Selain itu AAA juga meminta kepada para pembuat mobil untuk memblokir kemampuan untuk memprogram sistem navigasi atau mengirimkan pesan singkat ketika berkendaraan. Ada baiknya para pembuat mobil juga mendesain sistem infotainment yang tidak memerlukan banyak perhatian hanya untuk mendengarkan radio atau audio lainnya.

Hampir 70 persen orang dewasa di Amerika menginginkan teknologi baru di kendaraan mereka, tetapi hanya 24 persen saja yang merasa teknologi yang ada sudah bekerja dengan baik. Hal ini diperoleh dari survey opini yang dilakukan untuk AAA.

“Pengemudi tentunya menginginkan teknologi yang aman dan mudah digunakan,” ujar Marshall Doney, President dan CEO AAA.

“Namun, banyak dari fitur – fitur yang ditambahkan pada infotainment sistem saat ini malah terlalu rumit dan terkadang memberikan pengalaman yang membuat frustasi si pengendara,” imbuhnya.(hh)

Sumber